DOMPU, TOPIKBIDOM - Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika jalanan utama Kabupaten Dompu mulai dipenuhi warna. Seragam sekolah dengan berbagai corak, barisan yang disusun rapi, langkah yang dihentakkan serentak, serta yel-yel yang menggema dari satu regu ke regu lainnya, perlahan mengubah ruas jalan menjadi panggung besar semangat kebangsaan.
Di antara derap sepatu dan aba-aba pemimpin regu, ada sesuatu yang lebih besar daripada sekadar perlombaan. Ada semangat untuk menunjukkan bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Itulah wajah Gerak Jalan Indah tingkat Kabupaten Dompu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kemeriahan dimulai pada pagi hari dengan penampilan kategori putri dari jenjang SD, SMP/MTs hingga SMA/SMK. Sementara pada sore hari, giliran barisan putra mengambil bagian, membawa semarak kemerdekaan terus mengalir hingga penghujung hari.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Dompu, H. Khairul Insyan, SE., MM., secara resmi melepas peserta Gerak Jalan Indah kategori putri maupun putra.
Dari titik pelepasan, satu per satu regu bergerak. Mereka tidak hanya dituntut berjalan dalam satu irama, tetapi juga menjaga kekompakan, ketepatan gerakan, disiplin, kreativitas dan sportivitas.
Bagi Pemerintah Kabupaten Dompu, nilai-nilai itulah yang justru menjadi inti dari kegiatan. Gerak jalan tidak berhenti pada persoalan siapa yang tercepat atau siapa yang menjadi juara. Di balik barisan yang tampak sederhana, terdapat proses panjang membangun karakter generasi muda.
“Kegiatan gerak jalan indah ini tidak sekadar kesamaan langkah atau satu irama dan keseragaman pakaian. Akan tetapi, yang lebih besar adalah sebuah langkah untuk melanjutkan perjuangan pahlawan bangsa untuk mengisi kemerdekaan dan menjaga nilai-nilai kemerdekaan,” ungkap H. Khairul Insyan.
![]() |
Pesan itu terasa semakin relevan ketika melihat para pelajar berdiri dalam satu barisan. Mereka datang dari sekolah dan kecamatan yang berbeda. Namun ketika berada di jalur perlombaan, perbedaan itu melebur menjadi satu: satu komando, satu langkah dan satu tujuan.
Bagi anak-anak Dompu, kemerdekaan mungkin tidak lagi mereka kenal melalui dentuman perjuangan di medan perang.
Mereka mengenalnya melalui ruang kelas, buku pelajaran, lapangan sekolah, kegiatan sosial, prestasi, kedisiplinan dan kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang lebih baik.
Karena itu, menurut Pj Sekda, kemerdekaan yang diperoleh melalui pengorbanan para pahlawan harus diisi dengan kegiatan-kegiatan positif yang memberi ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter.
“Semangat perjuangan harus terus kita wariskan kepada generasi penerus. Salah satunya melalui kegiatan seperti ini, sehingga anak-anak kita memahami bahwa kemerdekaan harus dijaga dan diisi dengan hal-hal yang positif,” lanjutnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, H. Rifaid, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa peserta yang tampil di tingkat kabupaten merupakan hasil seleksi dari perlombaan yang sebelumnya dilaksanakan di tingkat kecamatan.
Dengan demikian, panggung Kabupaten Dompu bukan sekadar tempat berkumpulnya peserta. Ia menjadi tempat bertemunya regu-regu terbaik dari berbagai penjuru daerah. Masing-masing kecamatan mengirimkan juara terbaik 1 hingga juara terbaik 5 dari setiap kategori untuk berkompetisi di tingkat kabupaten.
Pada kategori putri, sebanyak 74 regu ambil bagian. Mereka berasal dari jenjang SD, SMP/MTs dan SMA/SMK.
Di arena ini, para peserta kembali diuji. Kekompakan barisan, ketepatan gerakan, keserasian, kreativitas, kedisiplinan hingga penampilan secara keseluruhan menjadi bagian dari penilaian.
Dengan kata lain, setiap langkah yang tampak sederhana di jalan raya merupakan hasil latihan, kerja sama dan perjuangan panjang di sekolah masing-masing.
Sore Hari, Semangat Itu Berlanjut
Ketika matahari mulai bergeser, semangat kemerdekaan belum selesai.
Sore hari, barisan putra mengambil alih jalur Gerak Jalan Indah Kabupaten Dompu. Sebanyak 64 regu tercatat ambil bagian, terdiri dari 19 regu SMA/SMK putra, 22 regu SMP/MTs dan 23 regu SD.
Jumlah tersebut menjadi gambaran nyata betapa kuatnya antusiasme pelajar dan masyarakat Dompu dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun pelaksanaan kategori putra juga membawa penyesuaian teknis.
Panitia mengubah titik finish yang sebelumnya direncanakan berada di Masjid Raya Dompu menjadi RTH Karijawa, sementara Pos II tetap berada di depan Masjid Raya Dompu.
Penyesuaian itu dilakukan setelah panitia mengevaluasi pelaksanaan pagi hari, terutama berkaitan dengan kepadatan lalu lintas dan jarak tempuh yang dinilai terlalu pendek.
Dengan memperpanjang jarak dan menggeser titik finish, panitia berharap kegiatan berlangsung lebih tertib, aman dan lancar serta dapat mengurangi potensi kepadatan di sepanjang jalur.
Peserta pun diimbau mengikuti seluruh arahan panitia, menjaga keselamatan dan ketertiban selama berada di rute perlombaan. Di tengah kemeriahan itu, sesungguhnya terdapat pesan yang jauh lebih dalam. Kemerdekaan bukan hanya tentang mengingat bagaimana bangsa ini terbebas dari penjajahan.
Kemerdekaan juga tentang bagaimana generasi setelahnya memiliki kesempatan untuk belajar, bermimpi, berprestasi dan membangun daerahnya.
Karena itu, ketika seorang pelajar berdiri tegak dalam barisan, mengikuti aba-aba dan menyamakan langkah dengan teman-temannya, sesungguhnya ia sedang belajar tentang sesuatu yang lebih besar daripada perlombaan.
Ia sedang belajar bahwa sebuah tujuan tidak akan tercapai tanpa kedisiplinan.
Bahwa kekompakan membutuhkan kepercayaan. Bahwa keberhasilan tidak lahir dari satu orang, melainkan dari kerja bersama. Dan bahwa perjuangan selalu memiliki bentuk yang berbeda di setiap zaman.
Jika dahulu para pahlawan mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, maka generasi hari ini memiliki medan perjuangan yang lain: pendidikan, prestasi, karakter, persatuan dan pengabdian.
Dari jalan-jalan utama Dompu itulah pesan tersebut kembali digaungkan.
Dari anak-anak sekolah yang mungkin kelak akan menjadi guru, dokter, prajurit, pengusaha, birokrat, pemimpin, atau apa pun cita-cita mereka.
Dan mungkin, tanpa mereka sadari, langkah kecil itu sedang mempersiapkan mereka untuk memikul langkah yang jauh lebih besar, melanjutkan perjalanan Dompu dan Indonesia menuju masa depan.
Gerak Jalan Indah HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun akhirnya bukan hanya meninggalkan jejak di sepanjang jalan. Bukan hanya dengan upacara dan perayaan, tetapi dengan membentuk generasi yang disiplin, kompak, berprestasi, sportif dan mencintai bangsa serta daerahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Dompu bersama unsur pemerintah daerah, jajaran Forkopimda, panitia pelaksana, para guru dan pendamping, serta masyarakat yang antusias menyaksikan kemeriahan Gerak Jalan Indah tingkat Kabupaten Dompu. RUL
Komentar



