
Abdul Syukur (Ketua Umum IWABI dan Ketua Koordinator Wilayah MOI wilayah Bali Nusra)
KOTA BIMA, Topikbidom.com - Ketua umum Ikatan Wartawan Bima (IWABI) Abdul Syukur, Selasa (10/11/2020) mengakui dirinya telah membuat proposal permohonan bantuan dana kegiatan IWABI dengan mencatut nama sejumlah wartawan dan tandatangan Sekertaris.
Atas perbuatannya itu, Abdul Syukur yang juga Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) MOI wilayah Bali Nusra ini, meminta maaf secara terbuka dan mengaku tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada wartawan Bima dan Organisasi Aliansi Jurnalis Independent (AJI) serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atas kesalahan yang telah saya perbuat," ucap Abdul Syukur, kepada kepada sejumlah wartawan.
Tidak hanya itu, ia pun mengakui kesalahannya dan ini merupakan pelajaran berharga bagi dirinya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dikemudian hari. "Saya benar benar menyesal dengan apa yang saya perbuat," tutur Abdul Syukur.
Diakuinya, belum ada satupun pihak yang dirugikan terkait bantuan dan sumbangan dari proposal tersebut. Ia pun mengaku hanya mengajukan di Polres Bima Kota, oleh karena dirinya sangat dekat dengan Kapolres Bima Kota.
"Demi Allah tidak ada satupun pihak dirugikan dalam hal bantuan proposal IWABI karena itu baru saya ajukan, bahkan di Polres Bima Kota belum dicairkan," kata Abdul Syukur.
Diakui Abdul Syukur, dirinya juga telah menyampaikan permohonan maaf beberapa kali baik melalui pesan WhatsApp maupun kontak langsung dengan beberapa Wartawan yang dirugikan dalam pencatutan nama tersebut.
"Saya sudah meminta maaf kepada Fahrunnas pimpinan Berita11, Indra Gunawan Ketua PWI Bima sekaligus wartawan Lombok Pos, Sofyan Asy'hari pimpinan Media Bima Kini, Atin Atina wartawan Radar Tambora, Dedi Irawan Wartawan MNCTV, Ir. Khairudin M. Ali Owner Bima TV, Jack Pimpinan Garda Asakota, Mahrun Pimpinan Obor Bima, Sony Pimpinan Warta NTB dan Usman Wartawan Info Bima," terangnya.
Selain itu lanjut Abdul Syukur, dirinya juga menyampaikan permohonan yang setulus-tulusnya kepada Organisasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). "Saya juga meminta maaf kepada Publik yang merasa tidak nyaman dengan apa yang telah saya perbuat," katanya.
![]() |
| Inilah proposal permohonan bantuan dana yang dibuat oleh Abdul Syukur dengan mencatut nama sejumlah wartawan dan memalsukan tandatangan Sekertaris. |
Sebelumnya, Abdul Syukur diketahui membuat proposal permohonan bantuan dana atas nama Ikatan Wartawan Bima (IWABI) dengan mencatut nama sejumlah wartawan dan tandatangan Sekertaris. (Rul)

