TMMD ke-129 Ditutup, Kepedulian untuk Warga Kampasi Meci Hadir Lewat Sembako dan Layanan Kesehatan




DOMPU, TOPIKBIDOM - Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1614/Dompu tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya rangkaian program pembangunan di Desa Kampasi Meci, Kabupaten Dompu. Di tengah seremoni penutupan, perhatian juga diarahkan kepada kebutuhan paling dekat dengan kehidupan warga, pangan dan kesehatan.


Kamis (13/8/2026), suasana di lokasi penutupan TMMD diwarnai pembagian bantuan sembako bagi warga kurang mampu serta pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari ikhtiar TNI bersama pemerintah daerah dan sejumlah lembaga untuk memastikan kehadiran program TMMD dirasakan tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat manfaat yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.


Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., bersama Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo, S.I.P. dan unsur Forkopimda Kabupaten Dompu, turut menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat penerima manfaat.







Bantuan tersebut disalurkan melalui sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dompu, sementara pelayanan kesehatan gratis dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu melalui Puskesmas Soriutu.


Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana akrab. Tidak ada jarak yang mencolok antara pemberi dan penerima. Warga datang, menerima bantuan, sekaligus berinteraksi langsung dengan para pejabat dan personel yang terlibat dalam kegiatan TMMD.


TMMD selama ini identik dengan pembangunan sarana dan prasarana di wilayah pedesaan. Namun, rangkaian kegiatan di Kampasi Meci menunjukkan bahwa pembangunan juga menyangkut manusia yang tinggal di dalamnya.


Bagi masyarakat penerima manfaat, paket sembako berarti tambahan kebutuhan pokok yang dapat membantu meringankan beban rumah tangga. Sementara pemeriksaan kesehatan gratis memberi kesempatan kepada warga untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus mengeluarkan biaya.


Tenaga medis dari Puskesmas Soriutu memberikan pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat.


Layanan tersebut menjadi bagian dari pendekatan TMMD yang tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik. Di balik jalan, fasilitas umum maupun berbagai sasaran pembangunan lainnya, terdapat kebutuhan warga yang juga harus diperhatikan.


Karena itu, kehadiran TNI di tengah masyarakat melalui TMMD tidak berhenti pada kerja konstruksi. Ia juga hadir dalam bentuk kepedulian sosial—mendengar kebutuhan warga, membantu ketika diperlukan, dan membangun hubungan yang lebih dekat antara prajurit dengan masyarakat.



Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Bantuan sembako dan layanan kesehatan gratis disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat Kampasi Meci.


Bagi warga, kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri dalam rangkaian TMMD. Mereka tidak hanya menyaksikan pembangunan yang berlangsung di lingkungan mereka, tetapi juga merasakan secara langsung perhatian dari berbagai pihak yang hadir melalui program tersebut.


Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Baznas, tenaga kesehatan dan masyarakat memperlihatkan bahwa pembangunan desa membutuhkan lebih dari sekadar pengerjaan fisik. Ia membutuhkan kepedulian, kolaborasi dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat. RUL

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak