DOMPU, TOPIKBIDOM — Sebuah pembangunan baru benar-benar selesai ketika ia mulai digunakan. Prinsip itulah yang terlihat dalam kunjungan Komandan Korem 162/Wira Bhakti (Danrem 162/WB) Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos. ke sejumlah sasaran TMMD ke-129 di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Kamis (13/8/2026).
Tak lama setelah memimpin penutupan TMMD ke-129, Danrem bersama Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo, S.I.P. dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dompu bergerak meninjau langsung sejumlah hasil pembangunan yang dikerjakan Satgas TMMD selama 30 hari.
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni tambahan setelah upacara penutupan. Danrem ingin memastikan hasil pembangunan yang telah dikerjakan di lapangan memiliki fungsi yang jelas, dapat digunakan masyarakat, dan memberikan manfaat yang bertahan setelah program TMMD berakhir.
Salah satu sasaran yang ditinjau adalah Musala Baiturrahman di Desa Nusa Jaya. Bangunan tempat ibadah tersebut menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD sekaligus fasilitas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat.
Dari musala, rombongan kemudian mengecek fasilitas sumur bor yang telah dibangun untuk mendukung kebutuhan air bersih warga.
Bagi masyarakat pedesaan, ketersediaan air bukan sekadar persoalan fasilitas. Ia berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga, kebersihan, aktivitas sosial hingga keberlangsungan berbagai kegiatan warga.
Karena itu, pengecekan terhadap fasilitas tersebut menjadi penting. Pembangunan tidak cukup hanya dinyatakan selesai di atas laporan. Infrastruktur harus benar-benar berfungsi dan hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks itu, peninjauan Danrem menjadi bagian dari evaluasi lapangan sekaligus bentuk tanggung jawab untuk memastikan sasaran TMMD ke-129 memberikan manfaat sebagaimana tujuan awal program. RUL
Ia menilai kerja Satgas TMMD Kodim 1614/Dompu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama karena hasil pembangunan dapat digunakan secara langsung oleh warga.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kodim 1614/Dompu. Apa yang telah dikerjakan melalui TMMD ini luar biasa dan manfaatnya dapat dirasakan serta digunakan secara langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Muttakun, keberhasilan TMMD tidak hanya terletak pada kemampuan menyelesaikan sasaran pembangunan dalam waktu yang telah ditentukan. Yang lebih penting adalah keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya TMMD.
Kolaborasi tersebut, kata dia, perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mendukung agenda pembangunan serta memperkuat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Dompu.
Selama 30 hari, Satgas TMMD ke-129 bekerja bersama masyarakat di wilayah sasaran. Setelah program secara resmi ditutup, pekerjaan berikutnya berada di tangan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjaga, merawat dan memastikan hasil pembangunan tetap berfungsi.
Peninjauan Danrem 162/WB bersama Forkopimda di Desa Nusa Jaya memperlihatkan satu hal penting keberhasilan pembangunan tidak diukur hanya dari apa yang selesai dibangun, tetapi dari seberapa lama dan seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. RUL
Komentar