Dompu, Topikbidom.com - Ruang Demokrasi Institute, akan menggelar dialog publik yang dilaksanakan melalui virtual Google Meeting, Minggu (25/7/2021). Dialog publik ini mengangkat tema 100 Hari AKJ-SYAH, Jarapasaka Mimpikah ?
![]() |
| Direktur Ruang Demokrasi Institute, Arif Rahman (ist/Topikbidom.com) |
Direktur Ruang Demokrasi Institute, Arif Rahman mengatakan tujuan diadakan kegiatan dialog publik untuk ikut serta mengawasi jalannya pemerintahan AKJ-SYAH (Bupati dan Wakil Bupati Dompu).
"Khususnya, program Jarapasaka yang sudah lama digaungkan oleh dua pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang telah dipilih oleh rakyat Dompu melalui politik elektoral," ungkap Arif Rahman, melalui press releasenya yang dikirim melalui pesan WhatsApp kepada wartawan Topikbidom.com
Menurut Arif Rahman, kegiatan dialog publik ini juga mampu memberikan masukan konstruktif bagi jalannya pemerintahan yang masih seumur jagung ini. "Jangan sampai visi misi dan program AKJ-SYAH yang diobral di publik waktu pencalonan hanya retorika belaka tanpa dibuktikan oleh dokumen APBD yang mendukung serta kekuatan eksekusi bupati dan jajaran dibawah," katanya.
Masih menurut Arif Rahman, sejauh mana program AKJ SYAH khususnya Jarapasaka masuk prioritas dalam Dokumen RAPBD 2022. "Sebab cara negara bekerja melalui hitam diatas putih bukan sekedar retorika basi," katanya lagi.
Lanjut Arif Rahman, percuma Bupati dan Wakil Bupati punya jutaan retorika manis dihadapan rakyat mengenai program yang berpihak pada rakyat. "Tapi ketika dicek justru di dalam Dokumen APBD tidak ada sama sekali disebutkan dan malah tidak berpihak pada rakyat," bebernya.
Tambah Arif Rahman, kegiatan dialog publik ini akan menghadirkan pemateri berkelas yakni Ir. Muttakun sebagai anggota DPRD Dompu sekaligus Tim AKJ-SYAH, Ikhwayudin AK Politisi dan Suherman sebagai pengamat sosial politik serta Ilyas Yasin M.Pd selaku Akademisi.
"Kegiatan ini nantinya akan diadakan melalui online mengingat kita saat ini masih masa PPKM Mikrplo yang mengharuskan mengurangi mobilitas bertemu secara langsung. Kita hormati keputusan pemerintah dan In Sha Allah tidak akan mengurangi subtansi tujuan acara yang akan kita laksanakan," Terangnya. (*)

