Menaker: Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional -->

Kategori Berita

.

Menaker: Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional

Kamis, 02 April 2026


SEMARANG, TOPIKBIDOM - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan industri kreatif berpotensi menjadi “laboratorium” pengembangan Program Magang Nasional (MagangHub). Sektor ini dinilai mampu menghadirkan model pembelajaran kerja yang adaptif sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi baru.


Pernyataan tersebut disampaikan saat Menaker meninjau pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space), Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026).


Menurutnya, peninjauan ke sektor industri kreatif penting untuk melihat secara langsung bagaimana pola pembelajaran kerja di sektor tersebut mampu memberikan pengalaman, keterampilan, serta kesiapan kerja bagi peserta magang.


“Kami memilih lokasi ini karena ada perusahaan rintisan berbasis ekonomi kreatif yang unik. Sebelumnya kami telah meninjau pelaksanaan magang di sektor manufaktur, jasa, media, hingga perbankan. Kami ingin memastikan program magang nasional benar-benar memberikan pengalaman dan peningkatan kompetensi bagi peserta,” ujar Yassierli.


Ia menilai industri kreatif memiliki karakter khas yang menuntut kemampuan adaptasi, kreativitas, kolaborasi, serta ketepatan eksekusi. Karena itu, sektor ini dinilai tepat untuk memperkaya model pelaksanaan magang di luar sektor konvensional.


Lebih lanjut, Menaker menyebut industri kreatif tidak hanya efektif sebagai tempat belajar kerja, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan industri nasional.


“Industri kreatif merupakan sektor yang perlu didukung karena mampu membuka lapangan kerja dan menumbuhkan industri di Indonesia,” katanya.


Dalam kunjungan tersebut, Menaker juga berdialog langsung dengan peserta dan mentor MagangHub guna memastikan program berjalan tidak sekadar formalitas administratif. Pemerintah, lanjutnya, menekankan pentingnya pengalaman kerja nyata, pendampingan, serta penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.


Program magang ini dirancang agar peserta memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan melalui pendampingan mentor, disertai pencatatan aktivitas pembelajaran harian sebagai bagian dari evaluasi perkembangan kompetensi.


Dengan pola tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menjalani masa magang, tetapi juga mengalami peningkatan keterampilan yang terukur.


Menaker menegaskan bahwa tujuan utama program pemagangan bukan semata-mata untuk penyerapan langsung sebagai pekerja tetap, melainkan untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar kerja.


“Sasaran utama magang adalah penyiapan tenaga kerja agar siap bekerja. Sebelum magang, banyak peserta merupakan lulusan baru tanpa pengalaman. Setelah enam bulan, mereka memiliki pengalaman kerja dan sertifikat magang sehingga kompetensinya meningkat,” jelasnya.


Meski demikian, ia mengakui tidak sedikit perusahaan yang pada akhirnya merekrut peserta magang setelah melihat kemampuan dan kontribusi mereka selama program berlangsung.


“Di beberapa tempat, perusahaan merekrut peserta karena dinilai sudah siap setelah enam bulan bekerja bersama. Itu memang bukan tujuan utama, tetapi menjadi dampak positif,” pungkasnya.


Adapun jumlah mitra penyelenggara pemagangan nasional di Jawa Tengah tercatat sebanyak 700 mitra dengan total 8.518 peserta. Sementara di Kota Semarang terdapat 153 mitra dengan jumlah peserta mencapai 1.687 orang. RUL