Masyarakat Harapkan Program MBG 3T Desa Riwo, Saneo dan Serakapi Segera Beroperasi, Dukung Peningkatan Gizi dan Kualitas SDM -->

Kategori Berita

.

Masyarakat Harapkan Program MBG 3T Desa Riwo, Saneo dan Serakapi Segera Beroperasi, Dukung Peningkatan Gizi dan Kualitas SDM

Kamis, 02 April 2026
Ilustrasi 


DOMPU, TOPIKBIDOM – Masyarakat Desa Riwo, Saneo, Serakapi dan Desa Mumbu, Kabupaten Dompu, menyampaikan harapan besar agar program Makan Bergizi Gratis Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (MBG 3T) segera direalisasikan dan mulai beroperasi di wilayah mereka.


Harapan tersebut ditujukan kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah Daerah, khususnya melalui Badan Gizi Nasional sebagai leading sector dalam pelaksanaan program strategis tersebut.


Ilustrasi 


Warga menilai kehadiran MBG 3T sangat penting dan mendesak, terutama bagi para siswa  yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi yang layak. Kondisi geografis yang relatif terpencil serta keterbatasan fasilitas penunjang menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat urgensi program ini.


“Program MBG 3T ini sangat kami harapkan, khususnya bagi anak-anak kami yang masih duduk di bangku sekolah. Ini bukan sekadar bantuan makanan, tapi bagian dari upaya mencetak generasi yang sehat dan cerdas,” ujar Erwin, Kabupaten Dompu, Kamis (2/4/2026).


Menurutnya, kehadiran program tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar anak-anak, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.


Selain itu, masyarakat juga menilai program MBG 3T merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap wilayah-wilayah yang masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), termasuk Desa Riwo yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses layanan dasar.


Warga berharap agar proses realisasi program tidak berlarut-larut, mengingat kebutuhan di lapangan dinilai sudah sangat mendesak. Mereka juga mendorong adanya percepatan koordinasi lintas sektor, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar operasional program dapat segera berjalan.


“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret. Jangan sampai program yang sangat baik ini justru terlambat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di desa kami,” tambahnya.


Program MBG 3T sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap masalah gizi. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.


Di sisi lain, kehadiran program ini juga diharapkan mampu memberikan efek multiplier bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal melalui penyediaan bahan pangan dan keterlibatan tenaga kerja setempat.


Dengan berbagai potensi manfaat tersebut, masyarakat Desa Riwo menaruh harapan besar agar program MBG 3T tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera hadir dan dirasakan secara nyata di tengah kehidupan mereka. RUL