![]() |
| Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, |
MATARAM, TOPIKBIDOM - Kepemimpinan baru di Polda NTB membawa harapan besar terhadap arah kebijakan keamanan dan pelayanan kepolisian di Nusa Tenggara Barat. Di balik amanat perdana yang disampaikan Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, tersirat pesan kuat mengenai model kepemimpinan yang ingin dibangun, yakni kepolisian yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.
Irjen Pol. Kalingga menegaskan jabatan Kapolda NTB merupakan amanah besar yang membutuhkan tanggung jawab, kerja keras, dan komitmen penuh.
“Jabatan Kapolda NTB ini bukan hal yang ringan, melainkan amanah besar yang membutuhkan kerja keras, tekad, dan komitmen penuh dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” tegas Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, Jumat (22/5/2026).
Pernyataan tersebut dinilai bukan sekadar sambutan formal pejabat baru. Ia tampak memahami tantangan yang dihadapi institusi kepolisian saat ini tidak hanya berkaitan dengan stabilitas keamanan, tetapi juga menyangkut tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan aparat penegak hukum.
Pesan itu terlihat jelas ketika Kapolda NTB yang baru menyoroti pentingnya membangun sinergi bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif. Menurutnya, keamanan daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh institusi kepolisian semata, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga seluruh lapisan masyarakat.
“Kita harus bahu-membahu menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif, mendukung program pemerintah, serta hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri,” ungkapnya.
Narasi tersebut menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang lebih terbuka dan komunikatif. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, pola kerja kolaboratif menjadi penting agar institusi kepolisian mampu memahami persoalan masyarakat secara langsung serta menghadirkan solusi yang tepat dan berkeadilan.
Yang paling menarik dari pernyataan Irjen Pol. Kalingga adalah penekanannya terhadap peran Polri sebagai “problem solver” atau pemecah masalah di tengah masyarakat. Pernyataan ini dinilai menjadi penegasan bahwa wajah kepolisian modern tidak lagi hanya identik dengan tindakan represif atau penegakan hukum semata, tetapi juga harus mampu hadir dengan pendekatan humanis, edukatif, dan preventif.
Dalam konteks sosial saat ini, masyarakat semakin menginginkan aparat yang responsif, cepat hadir saat dibutuhkan, serta mampu menjadi penengah dalam berbagai persoalan sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat. Karena itu, konsep “problem solver” yang diusung Kapolda NTB baru dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh jajaran Polda NTB. Sebab, membangun kepercayaan publik tidak cukup hanya melalui slogan atau pencitraan, melainkan harus diwujudkan melalui pelayanan nyata, transparansi, sikap profesional, serta kehadiran aparat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, pernyataan Irjen Pol. Kalingga yang berharap dirinya bersama keluarga dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat NTB juga memunculkan kesan kepemimpinan yang rendah hati dan tidak berjarak.
“Saya berharap dapat diterima dengan hangat sebagai bagian dari keluarga besar Polda NTB sekaligus menjadi bagian dari masyarakat Provinsi NTB,” ujarnya.
Sikap tersebut menjadi simbol seorang pemimpin kepolisian tidak hanya hadir sebagai pejabat struktural, tetapi juga bagian dari masyarakat yang harus memahami karakter sosial dan budaya daerah tempat ia bertugas.
NTB sendiri dikenal sebagai daerah dengan dinamika pembangunan yang terus berkembang, terutama di sektor pariwisata, investasi, dan ekonomi daerah. Kondisi ini tentu membutuhkan stabilitas keamanan yang terjaga agar iklim pembangunan dapat berjalan optimal.
Karena itu, publik menilai kepemimpinan baru di tubuh Polda NTB akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolda NTB juga dituntut mampu memperkuat citra Polri sebagai institusi yang profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat.
Dalam amanatnya, Irjen Pol. Kalingga turut menunjukkan sikap menghargai kesinambungan kepemimpinan dengan menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada pendahulunya, Irjen Pol. Edy Murbowo, atas dedikasi selama memimpin Polda NTB.
“Mari kita teruskan prestasi gemilang yang telah ditorehkan oleh Irjen Pol. Edy Murbowo. Kita ciptakan suasana kerja yang solid, terbuka, dan penuh dedikasi untuk membawa Polda NTB menjadi lebih baik lagi,” tandasnya. RUL
Komentar