![]() |
| ilustrasi |
SUMBAWA, TOPIKBIDOM - Kehadiran sebuah perusahaan di tengah masyarakat idealnya tidak berhenti pada aktivitas ekonomi. Lebih dari itu, keberadaan dunia usaha di sebuah wilayah diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di sekitarnya.
Semangat itulah yang terus dibangun PT Dua Putra Perkasa Pratama melalui berbagai bentuk kepedulian sosial di wilayah Desa Mata, Kecamatan Tarano.
Perusahaan yang bergerak di bidang budidaya udang atau tambak udang tersebut tidak hanya menjalankan aktivitas usahanya, tetapi juga berupaya mengambil bagian dalam menjawab sejumlah kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan fasilitas umum, keagamaan dan pendidikan. Kepedulian itu sebelumnya diwujudkan melalui kontribusi terhadap perbaikan akses jalan serta pembangunan sarana ibadah berupa masjid di wilayah Dusun Sili.
Kini, perhatian perusahaan kembali menyentuh sektor yang memiliki nilai strategis bagi masa depan masyarakat, pendidikan. Salah satu kontribusi terbaru PT Dua Putra Perkasa Pratama diwujudkan melalui pemasangan jaringan internet berbasis Starlink di SDN Sili.
Bantuan tersebut menjadi penting mengingat akses internet kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Bagi guru, konektivitas internet membuka ruang yang lebih luas untuk memperoleh bahan ajar, referensi pendidikan dan berbagai sumber pembelajaran digital.
Sementara bagi siswa, akses tersebut dapat menjadi jendela menuju pengetahuan yang jauh lebih luas daripada yang tersedia di dalam ruang kelas. Dengan hadirnya jaringan internet, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Apa yang dilakukan perusahaan dengan demikian bukan sekadar memasang perangkat konektivitas. Ada sebuah pesan yang jauh lebih besar, bahwa anak-anak di wilayah desa juga berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses belajar.
Tidak Berhenti pada Infrastruktur Digital, Kepedulian PT Dua Putra Perkasa Pratama terhadap dunia pendidikan juga tidak berhenti pada penyediaan akses internet. Perusahaan turut memberikan bantuan kebutuhan sekolah bagi para siswa SDN Sili berupa tas, sepatu dan alat tulis kantor (ATK).
Bantuan tersebut menyentuh kebutuhan yang sangat dekat dengan aktivitas keseharian siswa.
Tas menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju sekolah. Sepatu menemani langkah mereka menuntut ilmu. Sementara perlengkapan ATK menjadi sarana sederhana yang setiap hari digunakan untuk membaca, menulis dan belajar. Di tengah keterbatasan sebagian masyarakat, dukungan semacam itu memiliki arti tersendiri. Bukan semata karena nilai barang yang diberikan, tetapi karena ada kepedulian yang menyertai setiap bantuan.
Perusahaan dan Masyarakat, Tumbuh Bersama. Perwakilan PT Dua Putra Perkasa Pratama, Adi, menegaskan bahwa keberadaan perusahaan di wilayah tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk menjalankan aktivitas budidaya udang. Menurutnya, perusahaan juga ingin keberadaannya dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah dan masyarakat sekitar.
“Kami tidak semata-mata fokus pada budidaya udang di wilayah Dusun Sili, Desa Mata, Kecamatan Tarano. Kami juga ingin keberadaan perusahaan dapat memberikan kontribusi untuk daerah, khususnya bagi masyarakat Dusun Sili,” ujar Adi.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana perusahaan memandang relasi dengan masyarakat bukan sekadar hubungan antara aktivitas usaha dan lingkungan sekitar. Ada ruang untuk membangun hubungan yang lebih substantif melalui kepedulian sosial dan kontribusi nyata.
Dari Jalan, Rumah Ibadah hingga Ruang Kelas, Jika dirangkai dalam satu cerita, kontribusi PT Dua Putra Perkasa Pratama di Desa Mata memiliki benang merah yang jelas. Perbaikan akses jalan menyentuh mobilitas masyarakat. Pembangunan masjid menyentuh kehidupan keagamaan dan kebersamaan warga. Sementara pemasangan jaringan internet serta bantuan perlengkapan sekolah menyentuh pendidikan dan masa depan generasi muda.
Tiga bidang tersebut menggambarkan satu pendekatan: membangun hubungan dengan masyarakat melalui kebutuhan yang benar-benar mereka rasakan. Karena pembangunan sebuah daerah tidak hanya membutuhkan investasi dan aktivitas ekonomi. Pembangunan juga membutuhkan jalan yang dapat dilalui, tempat ibadah yang layak, sekolah yang didukung fasilitas, serta anak-anak yang memiliki kesempatan untuk mengakses pengetahuan tanpa dibatasi oleh persoalan konektivitas.
Teknologi untuk Membuka Pintu Pengetahuan. Pemasangan Starlink di sekolah menjadi bagian yang menarik dari kontribusi tersebut. Di era ketika informasi berkembang begitu cepat, kesenjangan akses digital dapat menjadi salah satu tantangan baru dunia pendidikan. Karena itu, menghadirkan konektivitas internet di lingkungan sekolah memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menyediakan jaringan.
Internet memungkinkan guru dan siswa mengakses berbagai sumber pembelajaran, memperluas wawasan dan mengenal perkembangan dunia di luar lingkungan tempat mereka tinggal. Dengan kata lain, sebuah perangkat teknologi yang dipasang di sekolah dapat membuka pintu pengetahuan yang jauh lebih besar. Dan bagi anak-anak di daerah, kesempatan tersebut merupakan investasi yang nilainya tidak selalu dapat dihitung dengan angka.
CSR yang Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat. Kepedulian perusahaan akan memiliki makna yang lebih kuat ketika program yang diberikan benar-benar bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Apa yang dilakukan PT Dua Putra Perkasa Pratama di Desa Mata menunjukkan pola kontribusi yang bergerak dari kebutuhan dasar menuju kebutuhan pengembangan sumber daya manusia.
Mulai dari akses jalan, sarana ibadah, hingga pendidikan. Bagi perusahaan, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari tanggung jawab sosial. Namun bagi masyarakat, manfaatnya hadir dalam bentuk yang lebih konkret: akses yang lebih baik, tempat ibadah yang lebih layak, sekolah yang semakin terkoneksi dan kebutuhan belajar anak-anak yang terbantu.
Menanam Kepedulian, Menuai Kepercayaan. Aktivitas budidaya udang membawa konsekuensi bahwa perusahaan menjadi bagian dari kehidupan sosial-ekonomi masyarakat di wilayah operasionalnya. Karena itu, membangun komunikasi dan kepedulian dengan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dari keberlanjutan hubungan antara perusahaan dan lingkungan.
PT Dua Putra Perkasa Pratama memilih untuk tidak hanya berbicara tentang aktivitas usaha. Perusahaan berusaha menunjukkan keberadaannya melalui tindakan. Sebuah akses jalan yang diperbaiki, Sebuah masjid yang dibangun, Sebuah sekolah yang kini mendapatkan akses internet, Serta siswa-siswa yang menerima tas, sepatu dan perlengkapan belajar.
Semua itu mungkin terlihat sederhana jika berdiri sendir, Namun ketika ditempatkan dalam satu rangkaian, kontribusi tersebut menggambarkan sebuah prinsip yang lebih besar, perusahaan dapat tumbuh bersama masyarakat ketika keberadaan ekonominya berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Di Desa Mata, cerita tentang PT Dua Putra Perkasa Pratama pada akhirnya bukan hanya cerita tentang tambak udang.
Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah aktivitas usaha berusaha meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat—dari infrastruktur, tempat ibadah, hingga ruang pendidikan yang kini semakin terbuka terhadap dunia. TOPIKBIDOM | ADVERTORIAL
Komentar