Sepiring Nasi, Sejuta Makna, Makan Siang Bersama Satgas TMMD dan Warga Kampasi Meci Pererat Kemanunggalan TNI-Raky -->

Kategori Berita

.

Sepiring Nasi, Sejuta Makna, Makan Siang Bersama Satgas TMMD dan Warga Kampasi Meci Pererat Kemanunggalan TNI-Raky

Jumat, 17 Juli 2026


DOMPU, TOPIKBIDOM - Di balik deru cangkul dan semangat membangun rumah layak huni, terselip pemandangan sederhana yang justru menyimpan makna mendalam. Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1614/Dompu bersama warga Desa Kampasi Meci duduk melingkar menikmati makan siang di lokasi rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Jumat (17/7/2026).


Tak ada meja mewah ataupun sekat yang membedakan. Prajurit TNI dan masyarakat menyantap hidangan sederhana dengan penuh keakraban. Momen itu menjadi simbol kuat bahwa TMMD bukan sekadar membangun rumah dan infrastruktur, tetapi juga membangun rasa persaudaraan, kebersamaan, dan kepercayaan antara TNI dengan rakyat.


Sejak pagi, personel Satgas TMMD dan warga bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi RTLH. Ketika waktu istirahat tiba, mereka melepas lelah dengan makan siang bersama sebelum kembali melanjutkan pekerjaan demi mewujudkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.


Suasana hangat penuh canda dan tawa memperlihatkan eratnya hubungan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD. Kebersamaan tersebut menjadi potret nyata kemanunggalan TNI-Rakyat yang selama ini menjadi ruh dari program TMMD.


Salah seorang pemuda Desa Kampasi Meci, Jarwo, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya mempercepat pembangunan rumah warga, tetapi juga membangkitkan semangat gotong royong yang semakin menguat di tengah masyarakat.


"Kami sangat senang bisa bekerja sekaligus makan bersama bapak-bapak TNI. Rasanya seperti satu keluarga. Kehadiran mereka memberi semangat dan membuat kami yakin bahwa TNI benar-benar hadir untuk membantu rakyat," ujar Jarwo.


Program TMMD Ke-129 kembali membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial. Dari sepiring nasi yang dinikmati bersama, lahir semangat gotong royong yang menjadi fondasi kuat dalam membangun desa sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat demi terwujudnya masyarakat yang maju, sejahtera, dan berdaya. RUL