![]() |
DOMPU, TOPIKBIDOM - Debu beterbangan, kayu-kayu tua mulai dirobohkan, sementara canda dan semangat gotong royong menyatu di tengah aktivitas warga. Pemandangan itulah yang mewarnai Dusun Karang Punik, Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, saat personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD Ke-129 Kodim 1614/Dompu bersama masyarakat bergandengan tangan membongkar sisa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan pembongkaran tersebut menjadi langkah awal dimulainya pembangunan rumah yang lebih layak bagi warga penerima manfaat. Di balik setiap ayunan palu dan bongkaran material lama, tersimpan harapan baru akan kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.
Kehadiran personel Satgas TMMD yang bekerja tanpa mengenal lelah bersama masyarakat menjadi bukti nyata bahwa semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Bahu-membahu mengangkat material bangunan, mereka menunjukkan bahwa pembangunan desa akan berjalan lebih cepat ketika dikerjakan dengan semangat kebersamaan.
Program rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik dalam pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 1614/Dompu. Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan rumah yang lebih layak huni, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong yang telah lama menjadi jati diri bangsa.
![]() |
Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam setiap tahapan pekerjaan menjadi modal penting untuk memastikan seluruh sasaran fisik TMMD dapat diselesaikan sesuai target. Kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan program diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Melalui TMMD Ke-129, Kodim 1614/Dompu kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan harapan, memperkuat persatuan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Dompu. RUL
Komentar


