Dediansyah Ukir Sejarah di Lembah Kara, Latihan Teratur Pacuan Kuda Dompu 2026 Sukses Besar dan Berkelas -->

Kategori Berita

.

Dediansyah Ukir Sejarah di Lembah Kara, Latihan Teratur Pacuan Kuda Dompu 2026 Sukses Besar dan Berkelas

Minggu, 26 April 2026

DOMPU, TOPIKBIDOM — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-211 Kabupaten Dompu tahun ini terasa istimewa. Bukan sekadar seremoni, tetapi ditandai dengan sebuah lompatan besar dalam dunia pacuan kuda melalui suksesnya pelaksanaan Latihan Teratur Pacuan Kuda di Lembah Kara, Desa Lepadi, Kecamatan Pajo.


Di balik keberhasilan spektakuler ini, berdiri satu nama yang kini menjadi perbincangan luas: Dediansyah. Sosok muda asli Desa Lepadi ini berhasil mencetak sejarah baru yang selama puluhan tahun belum pernah terwujud.


Selama 36 tahun perjalanan pacuan kuda di Lemba Kara, belum pernah ada putra daerah setempat yang memimpin langsung kegiatan sebesar ini. Dediansyah mematahkan “tradisi lama” tersebut dengan tampil sebagai Ketua Panitia Latihan Teratur Pacuan Kuda 2026—sebuah capaian yang tidak hanya simbolis, tetapi juga penuh makna strategis bagi kebangkitan peran generasi lokal.


Namun, prestasi Dediansyah tidak berhenti pada aspek kepemimpinan semata. Ia menghadirkan standar baru dalam penyelenggaraan event pacuan kuda di Dompu. Selama 8 hari pelaksanaan, event ini berlangsung tertib, profesional, dan sukses menyedot perhatian luas dari berbagai kalangan.


Partisipasi mencapai angka fantastis 339 ekor kuda pacu dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat turut ambil bagian. Antusiasme publik pun luar biasa, dengan ribuan hingga jutaan penonton memadati arena Lemba Kara sepanjang kegiatan berlangsung.


BACA JUGA: DEDIANSYAH: Panggung Prestisius Kebangkitan Tradisi Pacuan Kuda di HUT ke-211 Bumi Nggahi Rawi Pahu


Lebih dari sekadar ramai dan meriah, Dediansyah juga menghadirkan inovasi nyata dalam tata kelola acara. Penataan arena dilakukan secara lebih rapi dan representatif, menciptakan kenyamanan bagi peserta maupun penonton. Bahkan, aspek kebersihan yang selama ini kerap menjadi sorotan berhasil diatasi secara maksimal.


Melalui kolaborasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dompu, arena pacuan tetap bersih dan steril dari sampah sepanjang kegiatan—sebuah standar baru yang jarang terlihat dalam event serupa sebelumnya.



Ketua Panitia Latihan Teratur Kuda Pacuan Lembah Kara, Dediansyah 


Sejumlah sumber yang ditemui media ini memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah satu tokoh masyarakat Desa Lepadi menilai, kepemimpinan Dediansyah menjadi bukti bahwa generasi muda lokal mampu membawa perubahan signifikan.


“Ini bukan sekadar kegiatan biasa. Penataannya rapi, pengunjung nyaman, dan yang paling terlihat adalah kebersihan arena yang sangat terjaga. Ini jarang terjadi sebelumnya,” ungkapnya, pada media Topikbidom di Lemba Kara, Minggu (26/4/2026). 


Sementara itu, salah satu pemilik kuda pacu dari luar daerah juga mengapresiasi kualitas penyelenggaraan yang dinilai lebih profesional.


“Dari sisi teknis maupun manajemen lomba, kegiatan ini sangat tertib. Kami sebagai peserta merasa dihargai. Ini bisa jadi contoh untuk event pacuan kuda lainnya di NTB,” ujarnya.


Keberhasilan ini semakin menegaskan kapasitas Dediansyah sebagai figur muda visioner yang mampu bekerja dengan pendekatan profesional, kolaboratif, dan berorientasi hasil. Menariknya, capaian luar biasa ini diraih tanpa latar belakang sebagai pengurus resmi PORDASI Dompu.


Fakta tersebut justru memperkuat pesan penting bahwa dedikasi, kerja keras, dan komitmen terhadap kemajuan daerah mampu melampaui batas-batas struktural organisasi.


Apa yang ditunjukkan Dediansyah bukan sekadar sukses menyelenggarakan event, tetapi juga membangun standar baru bagi masa depan pacuan kuda di Lemba Kara lebih tertata, lebih profesional, dan lebih berdaya saing.


Ke depan, keberhasilan ini menjadi catatan penting sekaligus referensi strategis bagi Pemerintah Daerah dan PORDASI Dompu dalam merumuskan arah pengembangan olahraga pacuan kuda yang lebih progresif.


Dediansyah telah membuktikan satu hal penting perubahan besar bisa dimulai dari keberanian mengambil peran, dan kesuksesan lahir dari kerja nyata, bukan sekadar wacana. Sejarah baru telah ditulis di Lemba Kara dan nama Dediansyah kini menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. RUL