![]() |
| Ketua panitia event Tren Teratur Pacuan Kuda Lembah Kara Kabupaten Dompu, Dediansyah |
DOMPU, TOPIKBIDOM - Kabupaten Dompu kembali menegaskan identitasnya sebagai salah satu pusat tradisi pacuan kuda paling bergengsi di Indonesia.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-211 Bumi Nggahi Rawi Pahu, Komunitas Pencipta Kuda Kabupaten Dompu menghadirkan event Tren Teratur Pacuan Kuda yang akan digelar di arena legendaris Lembah Kara, Desa Lepadi, Kecamatan Pajo.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, event ini telah menjelma menjadi ikon budaya sekaligus magnet bagi para pecinta olahraga berkuda dari berbagai daerah. Atmosfer kompetisi yang berpadu dengan nilai tradisi menjadikan Lembah Kara bukan hanya arena balap, tetapi juga ruang pertemuan komunitas, pelestarian budaya, dan penguatan identitas lokal.
![]() |
| Ilustrasi |
Ketua panitia event Tren Teratur Pacuan Kuda Lembah Kara Kabupaten Dompu, Dediansyah, mengatakan Semangat kebangkitan budaya lokal kembali bergelora di Kabupaten Dompu.
Event pacuan kuda tradisional yang akan digelar di arena Lembah Kara, Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan simbol kuat pelestarian warisan budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Bumi Nggahi Rawi Pahu.
"Lembah Kara Bangkitkan Gengsi Pacuan Kuda Tradisional, Momentum Emas HUT ke-211 Kabupaten Dompu," ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia, pun menegaskan penyelenggaraan event ini merupakan hasil kolaborasi para pecinta pacuan kuda tradisional di Dompu.
“Ini bukan sekadar perlombaan. Ini adalah momentum kebangkitan tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat, sekaligus perayaan kebanggaan hari ulang tahun Kabupaten Dompu,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan proses pengukuran kuda pada 12 hingga 17 April 2026 di arena Lembah Kara. Tahapan ini menjadi fondasi penting dalam menjamin profesionalitas dan fair play, dengan klasifikasi yang dimulai dari kelas pemula (maksimal tinggi 109 cm) hingga kelas dewasa F. Penggabungan kelas TNA dan DA diprediksi akan menghadirkan dinamika persaingan yang semakin kompetitif dan penuh kejutan.
Puncak perlombaan dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 26 April 2026. Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp500 ribu per kuda, para peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga memasuki arena prestisius yang sarat gengsi dan reputasi.
Lembah Kara sendiri telah lama dikenal sebagai lintasan dengan karakter ekstrem yang menuntut performa terbaik dari setiap peserta. Julukan lintasan “ganas” melekat kuat karena tidak sedikit kuda unggulan harus mengakui keunggulan pesaing di arena ini.
Kombinasi panjang lintasan, tekanan ritme balapan, serta kebutuhan stamina tinggi menjadikan setiap detik di Lembah Kara sebagai ujian sesungguhnya.
Di arena ini, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga ketahanan fisik dan kecerdasan strategi joki dalam membaca ritme balapan. Sedikit saja kesalahan dapat mengubah jalannya perlombaan secara drastis.
Tak hanya itu, Lembah Kara juga dikenal sebagai panggung kejutan. Banyak kisah lahirnya juara baru yang mampu mengguncang dominasi para unggulan. Inilah yang membuat setiap edisi perlombaan selalu dinantikan—penuh ketegangan, kejutan, dan cerita yang tak terlupakan.
Mengusung filosofi “satu kuda sejuta saudara”, event ini tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan sportivitas. Namun di balik semangat persaudaraan tersebut, Lembah Kara tetap menjadi arena pembuktian: hanya yang terkuat, paling tangguh, dan paling cerdas yang akan keluar sebagai juara dan dikenang dalam sejarah.
Dengan kemasan event yang semakin profesional dan daya tarik budaya yang kuat, Tren Teratur Pacuan Kuda Lembah Kara Dompu bukan hanya perayaan, melainkan representasi nyata kebangkitan tradisi lokal menuju panggung yang lebih luas—nasional, bahkan internasional. adv
Komentar
