![]() |
DOMPU, TOPIKBIDOM - Rabu (5/8/2026) menjadi hari yang tidak biasa bagi 32 anggota Pramuka Penggalang Kabupaten Dompu.
Di hadapan pemerintah daerah, para pembina, orang tua, dan jajaran Gerakan Pramuka, mereka menerima satu amanah: berangkat ke Cibubur, Jakarta, bukan hanya membawa perlengkapan perkemahan, tetapi juga membawa nama Kabupaten Dompu dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE, secara resmi melepas Kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Dompu yang akan mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada 13–20 Agustus 2026.
Kontingen Dompu berjumlah 40 orang. Sebanyak 32 di antaranya merupakan peserta putra dan putri, sementara delapan lainnya terdiri atas unsur pembina pendamping, pimpinan kontingen cabang, dan tenaga pendukung.
Bagi mereka, Jambore Nasional bukan sekadar perjalanan ke luar daerah. Ini adalah kesempatan untuk bertemu dengan Pramuka Penggalang dari berbagai penjuru Indonesia, menguji keterampilan, belajar hidup mandiri, sekaligus memperkenalkan Dompu melalui sikap dan prestasi.
Bambang, yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Dompu, menegaskan bahwa Jambore Nasional harus dipandang sebagai ruang pendidikan yang jauh lebih luas daripada sekadar kegiatan perkemahan.
“Jambore Nasional bukan sekadar kegiatan berkemah. Jambore Nasional adalah wahana pendidikan karakter, tempat membangun kepemimpinan, memperkuat semangat persatuan, menanamkan rasa cinta tanah air, serta mempererat persaudaraan antargenerasi muda dari seluruh Indonesia,” tegasnya.
Menurut Bambang, pengalaman selama mengikuti Jambore Nasional akan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta.
Di tengah kehidupan perkemahan, mereka akan belajar mengurus diri sendiri, bekerja dalam kelompok, menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta mengembangkan kreativitas dan keterampilan.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, merupakan bekal penting untuk membentuk generasi yang mandiri, bertanggung jawab dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui kegiatan ini, adik-adik akan belajar hidup mandiri, bekerja sama, menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta mengembangkan kreativitas dan keterampilan. Nilai-nilai tersebut merupakan modal utama dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ada satu pesan yang secara khusus dititipkan Bambang kepada seluruh anggota kontingen.
Di Cibubur nanti, mereka tidak lagi hanya tampil sebagai pribadi ataupun anggota gugus depan. Mereka adalah wajah Dompu di tengah ribuan peserta dari berbagai daerah.
“Mulai hari ini kalian bukan hanya mewakili diri sendiri ataupun gugus depan masing-masing, tetapi membawa nama baik Kabupaten Dompu dan Provinsi Nusa Tenggara Barat,” katanya.
Karena itu, Bambang meminta para peserta menjaga sikap, kedisiplinan dan sopan santun selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Ia juga mengingatkan agar para peserta datang bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi membawa pulang pengalaman, persahabatan, wawasan dan pelajaran yang dapat dibagikan kepada generasi muda lainnya di Dompu.
Bagi Pemerintah Kabupaten Dompu, pembinaan kepramukaan merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia.
Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan kepemimpinan, kepedulian sosial, kecintaan terhadap lingkungan, semangat kebangsaan dan karakter positif sejak usia muda.
“Pemerintah Kabupaten Dompu akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan kepramukaan sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia. Keberhasilan pembinaan generasi muda hari ini akan menentukan kualitas kepemimpinan Kabupaten Dompu pada masa yang akan datang,” ujar Bambang.
Dukungan itu, lanjutnya, tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Orang tua, sekolah, pemerintah desa, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang tangguh.
Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kwartir Cabang beserta seluruh jajaran yang selama ini membina generasi muda Dompu.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Dompu, Yani Hartono, SP, mengatakan Jambore Nasional XII merupakan agenda lima tahunan Gerakan Pramuka yang menjadi ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, persaudaraan, keterampilan dan kecintaan terhadap tanah air.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Dompu, khususnya Bupati Dompu selaku Kamabicab, atas dukungan sehingga kontingen dapat mengikuti agenda nasional tersebut.
“Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Dompu, khususnya Bupati Dompu selaku Kamabicab, atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada Gerakan Pramuka sehingga kontingen ini dapat diberangkatkan mengikuti Jambore Nasional XII,” ujar Yani.
Doa bersama kemudian mengiringi pelepasan kontingen.
Ada harapan agar seluruh peserta berangkat dalam keadaan sehat, kembali dengan selamat, serta mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab.
Namun lebih dari sekadar hasil perlombaan atau penghargaan, perjalanan menuju Cibubur itu membawa makna lain.
Sebanyak 32 anak muda Dompu akan bertemu dengan Indonesia dalam wajah yang lebih luas. Mereka akan melihat keberagaman, belajar dari daerah lain, membangun persahabatan, dan pulang membawa cerita.
Dan ketika mereka mengenakan seragam Pramuka di tengah ribuan peserta dari seluruh Indonesia, ada satu nama yang ikut mereka bawa Dompu. RUL
