55 Tahun Desa Bara, Dari Jejak Sejarah, Warga Menjaga Budaya dan Menatap Masa Depan -->

Kategori Berita

.

55 Tahun Desa Bara, Dari Jejak Sejarah, Warga Menjaga Budaya dan Menatap Masa Depan

Senin, 10 Agustus 2026


DOMPU, TOPIKBIDOM — Lima puluh lima tahun bukan sekadar angka bagi Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.


Di balik usia itu tersimpan perjalanan panjang sebuah desa—tentang generasi yang tumbuh, tradisi yang diwariskan, kebersamaan yang dipertahankan, dan harapan yang terus diletakkan di pundak generasi berikutnya.


Semangat itulah yang terasa dalam malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Desa Bara yang berlangsung di Lapangan Sambar, Desa Bara, Rabu (5/8/2026) malam.


Ribuan? warga tampak antusias memadati lokasi kegiatan sejak acara dimulai sekitar pukul 19.00 Wita. Pemerintah daerah hadir melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Dompu, Ardiansyah, SE, bersama jajaran pemerintah daerah, Camat Woja, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Woja, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Bara.


Kehadiran pemerintah daerah bukan sekadar memenuhi undangan. Momentum ulang tahun desa menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang persatuan dan rasa memiliki terhadap daerah tempat masyarakat tumbuh.


Malam itu, panggung tidak hanya menjadi tempat perayaan. Ia berubah menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan identitas dan kreativitas.


Tarian Seni Wura Bongi, Sarafal Anam, hingga atraksi Compo Sempari tampil menghidupkan suasana. Kesenian dan kreativitas generasi muda berpadu dengan antusiasme masyarakat, menciptakan perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat dengan pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya.


Bagi Desa Bara, kebudayaan bukan sekadar pertunjukan yang ditampilkan pada saat perayaan. Ia merupakan bagian dari identitas yang menghubungkan generasi masa lalu dengan generasi hari ini.


Dalam sambutannya, Ardiansyah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Desa Bara atas perjalanan desa yang kini memasuki usia ke-55 tahun.


Ia mengapresiasi kekompakan masyarakat yang terus menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta memberikan dukungan terhadap pembangunan desa.


Menurutnya, usia 55 tahun harus menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang telah dicapai sekaligus menyusun langkah yang lebih baik untuk masa depan.


Masyarakat Desa Bara diajak untuk mempertahankan semangat gotong royong, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memperkuat kebersamaan sebagai modal sosial dalam membangun desa.


Pesan tersebut menjadi penting karena kemajuan sebuah desa tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga oleh seberapa kuat masyarakat menjaga persatuan dan mengambil bagian dalam setiap proses pembangunan.


Perayaan HUT ke-55 Desa Bara akhirnya bukan sekadar pesta ulang tahun.


Di tengah kemeriahan seni dan budaya, terselip refleksi tentang perjalanan sebuah desa yang telah melewati lebih dari setengah abad.


Ada sejarah yang harus dihormati. Ada budaya yang harus dijaga. Ada persatuan yang harus dirawat. Dan ada masa depan yang harus dipersiapkan.


Dari Lapangan Sambar malam itu, masyarakat Desa Bara merayakan masa lalu sekaligus meneguhkan harapan untuk masa depan menjadi desa yang semakin maju, mandiri, sejahtera, dan memiliki daya saing tanpa kehilangan jati dirinya. RUL