![]() |
DOMPU, TOPIKBIDOM - Di balik deru suara cangkul, adukan semen, dan semangat gotong royong membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1614/Dompu di Dusun Urip, Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, terselip sebuah kisah sederhana yang menyentuh hati. Kisah itu datang dari secangkir kopi hangat yang setiap hari diseduhkan dengan penuh ketulusan oleh Ibu Haerani (56), Jumat (17/7/2026).
Saat mentari belum sepenuhnya meninggi, para personel Satgas TMMD bersama warga telah bergelut dengan pekerjaan fisik. Di tengah lelah yang perlahan menyelimuti, aroma kopi yang mengepul dari rumah sederhana milik Ibu Haerani seolah menjadi panggilan untuk sejenak beristirahat dan mengembalikan tenaga.
Dengan wajah penuh senyum, Ibu Haerani menyuguhkan kopi hangat kepada prajurit TNI dan warga tanpa mengharap balasan apa pun. Baginya, secangkir kopi bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan ungkapan terima kasih kepada para prajurit yang rela meninggalkan keluarga demi membantu mewujudkan impian masyarakat memiliki rumah yang lebih layak huni.
Kehangatan itu menghadirkan suasana yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Di sela waktu istirahat, prajurit dan warga duduk bersama, berbagi cerita, diselingi tawa yang menghapus penat setelah mengangkat material bangunan. Tak ada sekat di antara mereka. Yang tampak hanyalah kebersamaan, rasa saling menghormati, dan semangat gotong royong yang tumbuh begitu kuat.
Bagi personel Satgas TMMD, perhatian kecil dari seorang ibu di pelosok desa menjadi suntikan semangat yang luar biasa. Secangkir kopi racikan Ibu Haerani menjadi pengingat bahwa setiap tetes keringat yang mereka curahkan mendapat tempat di hati masyarakat.
Kisah Ibu Haerani membuktikan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan atau selesainya infrastruktur, tetapi juga dari lahirnya ikatan batin antara TNI dan rakyat. Dari dapur sederhana seorang ibu, terhidang secangkir kopi yang menjelma menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan kemanunggalan yang terus menguatkan langkah membangun negeri hingga ke pelosok.
Di Dusun Urip, secangkir kopi mungkin terlihat sederhana. Namun di tangan Ibu Haerani, ia menjadi lambang kasih, penghormatan, dan semangat yang menghangatkan perjuangan para prajurit serta seluruh warga dalam mewujudkan harapan akan kehidupan yang lebih baik. RUL

