Seleksi Paskibraka Dompu 2026 Kian Ketat, 133 Peserta Lolos Administrasi dan Siap Hadapi Tahapan Berlapis -->

Kategori Berita

.

Seleksi Paskibraka Dompu 2026 Kian Ketat, 133 Peserta Lolos Administrasi dan Siap Hadapi Tahapan Berlapis

Jumat, 17 April 2026

 


DOMPU, TOPIKBIDOM -  Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tahun 2026 memasuki tahap krusial. Dari total 172 pelajar yang mendaftar secara online, sebanyak 133 peserta dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya yang lebih kompetitif.


Hasil tersebut merupakan bagian dari rapat verifikasi administrasi yang dilaksanakan pada 17 April 2026. Dari jumlah pendaftar, tercatat 97 peserta merupakan putra dan 75 peserta putri. Namun, tidak seluruh peserta memenuhi ketentuan awal, terutama dalam hal kelengkapan berkas.


Panitia mencatat sebanyak 151 peserta telah mengunggah dokumen persyaratan, terdiri dari 85 putra dan 66 putri. Sementara itu, 21 peserta lainnya dinyatakan belum melengkapi dokumen administrasi, dengan rincian 12 putra dan 9 putri.


Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berkas yang masuk, panitia menetapkan 133 peserta memenuhi syarat administrasi. Rinciannya, 79 peserta putra dan 54 peserta putri. Di sisi lain, sebanyak 18 peserta dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, yang seluruhnya disebabkan tidak memenuhi ketentuan tinggi badan (TB), yang menjadi salah satu syarat mutlak dalam seleksi Paskibraka.


Panitia pelaksana pembentukan Paskibraka Kabupaten Dompu Tahun 2026, Ardiansyah, SE, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan mengacu pada ketentuan nasional yang berlaku. Ia menyebutkan bahwa seluruh tahapan seleksi telah terintegrasi dengan sistem yang dikembangkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sehingga meminimalisir potensi intervensi.


“Pada hari sebelumnya sudah dilakukan tes administrasi, kemudian dilanjutkan dengan tes tulis yang berkaitan dengan Pancasila dan wawasan kebangsaan,” ujarnya kepada media ini, Sabtu (18/4/2026), di halaman SMKN 1 Dompu.


Menurutnya, tes wawasan kebangsaan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai pemahaman peserta terhadap nilai-nilai dasar negara, semangat nasionalisme, serta komitmen kebangsaan sebagai calon anggota Paskibraka.


“Dalam tes ini diberlakukan sistem gugur sesuai yang tertuang dalam aplikasi BPIP,” jelas Ardiansyah.


Ia menambahkan, sistem gugur tersebut menuntut peserta untuk tampil maksimal di setiap tahapan, karena setiap nilai yang diperoleh akan langsung menentukan kelanjutan mereka dalam proses seleksi.


Lebih lanjut, Ardiansyah mengungkapkan bahwa tahapan seleksi berikutnya akan semakin kompleks dan menyeluruh. Para peserta yang telah lolos administrasi akan diuji dari berbagai aspek, baik intelektual, fisik, maupun kepribadian.


“Besok akan dilaksanakan tes intelegensi umum, kesehatan, parade, baris-berbaris, kesamaptaan, wawancara, serta tahapan lainnya,” terangnya.


Tes intelegensi umum, lanjutnya, bertujuan mengukur kemampuan kognitif peserta, termasuk logika, daya analisis, serta kemampuan pemecahan masalah. Sementara tes kesehatan difokuskan untuk memastikan kondisi fisik peserta benar-benar prima dan memenuhi standar yang ditetapkan.


Adapun tes parade dan baris-berbaris menjadi bagian penting dalam seleksi, mengingat Paskibraka identik dengan ketepatan gerakan, kekompakan, serta kedisiplinan tinggi. Pada tahap ini, peserta akan dinilai dari aspek sikap, ketegasan, hingga kemampuan mengikuti instruksi secara presisi.


Selain itu, tes kesamaptaan juga akan menguji daya tahan fisik, kekuatan, serta kebugaran jasmani peserta secara menyeluruh. Panitia menilai aspek ini krusial, mengingat tugas Paskibraka menuntut stamina tinggi, terutama saat menjalankan tugas pengibaran bendera pada upacara kenegaraan.


Tidak kalah penting, tahapan wawancara akan menggali aspek kepribadian, motivasi, serta kesiapan mental peserta. Dalam sesi ini, peserta diharapkan mampu menunjukkan karakter kepemimpinan, kedewasaan berpikir, serta komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai calon Paskibraka.


Ardiansyah menegaskan bahwa seluruh rangkaian seleksi ini dirancang untuk menjaring putra-putri terbaik daerah yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, wawasan kebangsaan, dan jiwa nasionalisme yang kuat.


“Kami ingin menghasilkan Paskibraka yang benar-benar berkualitas, karena mereka akan menjadi representasi generasi muda Kabupaten Dompu dalam momentum penting peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.


Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga kesehatan, disiplin, serta mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi setiap tahapan seleksi yang akan dilalui.


Pemerintah daerah melalui panitia seleksi berharap proses ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan anggota Paskibraka yang mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 dengan penuh tanggung jawab, kehormatan, dan kebanggaan.


Seleksi Paskibraka sendiri tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter generasi muda. Melalui proses ini, peserta diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan yang akan menjadi bekal berharga di masa depan. RUL