Proyek Saluran Tersier Poktan Mpode Desa Kawinda Toi Diduga Langgar Bestek -->

Kategori Berita

.

Proyek Saluran Tersier Poktan Mpode Desa Kawinda Toi Diduga Langgar Bestek

Selasa, 27 Januari 2026
Papan informasi proyek 


BIMA,TOPIKBIDOM.COM- Pekerjaan proyek pembangunan Saluran Tersier Kelompok Tani (Koptan) Mponde Desa Kawinda To'i, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, diduga menyalahi Bestek. 


Proyek yang bersumber APBN Kementerian Pertanian RITA sebesar Rp92 Juta Tahun 2025, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, ini dikerjakan tanpa menggali dasar atau pondasi saluran tersier, sehingga fisik saluran langsung dikerjakan (dibangun) diatas pondasi lama saluran lama. 


Akibatnya, fungsi bangunan saluran tersier tidak maksimal. Hal ini terbukti air yang mengalir di saluran, keluar di samping fisik bangunan saluran akibat fisik bangunan tersebut, mengalami kebocoran. 


Hal ini, akibat fisik bangunan saluran dibangun diatas pondasi saluran lama."Pekerjaan proyek ini menyalahi aturan karena dibangun diatas pondasi saluran lama," ungkap Ramadhan, warga Desa Kawinda To'i, Kecamatan Tambora, Kabupaten Dompu, Selasa (27/01/2026). 


Proyek ini, bersumber dari Ketersediaan Akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas dalam bentuk Kontruksi Optimasi Lahan Non Rawa. Fasilitas pertanian mulai 3 September sampai 31 Desember Tahun 2025. 


"Kami menduga pekerjaan proyek ini lebih banyak memikirkan keuntungan ketimbang kualitas pembangunan," bebernya. 





Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan pekerjaan saluran tersier, syarat dengan dugaan korupsi."Itu terbukti proyek tersebut dikerjakan secara asal asalan dan menyalahi Bestek," ungkapnya lagi. 


Berangkat dari hal ini, Ramadhan meminta kepada pihak pihak terkait, termasuk Kepolisian dan Kejaksaan serta pihak lainnya, agar segera memanggil dan memproses para pihak yang erat kaitannya dengan proyek tersebut. "Kalau ini dibiarkan, maka akan berdampak buruk pada kualitas pembangunan," katanya. 


Sementara itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima dan pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut, belum berhasil dikonfirmasi. Meski demikian, media ini akan berusaha mengkonfirmasi para pihak tersebut. RUL