Warga Ungkap Gas Elpiji Oplosan Beredar di Dompu

 

Gas Elpiji 12 Kilo Gram Oplosan, saat ditimbang

Dompu, Topikbidom.com - Peredaran Gas Oplosan terjadi di Kabupaten Dompu. Tambung jenis Elpiji 12 Kilo Gram hanya berisi gas 23,9 Kilo Gram, mestinya berat diatas 26 Kilo Gram. 


"Gas Elpiji Oplosan beredar di Kabupaten Dompu. Selain isi gas berkurang, juga kondisi segel berbeda dengan aslinya," ungkap Iskandar, warga Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Selasa (18/1/2022). 


Kata Iskandar, tabung Gas ini pun dijual dengan harga Rp 150 ribu per-tabung. Padahal, harga aslinya Rp 45 ribu (tiga tambung gas 3 Kilo Gram Subsidi). 


"Modusnya begini, gas dari tiga tabung 3 Kilo Gram Subsidi dipindahkan ke tambung gas 12 Kilo Gram. Padahal, harga tabung gas 3 Kilo Gram Rp 15 ribu per-tabung. Artinya, keuntungan yang didapat sangat besar," jelasnya. 


Gas Elpiji 12 Kilo Gram asli, saat ditimbang


Iskandar menyebut, modus gas oplosan bisa diketahui dari segel. Gas oplosan, itu kondisi segel warna biru dan didalamnya warna merah. Sementara, yang asli itu segelnya warga putih dan ada barkonya. 


"Tapi yang beredar di Dompu ini kemarin ditemukan gas 12 Kilo Gram dengan kondisi segel warna biru dan didalamnya warna merah," bebernya. 


Kata Iskandar, terungkapnya gas oplosan 12 Kilo Gram, itu setelah dilakukan timbang dan ternyata beratnya hanya 23,9 Kilo Gram saja. "Sumber gas oplosan ini dari wilayah Bima. Kemarin dibawa dari Bima dengan menggunakan mobil yang dikendarai oleh Supir berinisial HI dan dia menyalurkan gas oplosan di beberapa toko di Dompu," terangnya. 


Lanjut Iskandar, praktek ini tentunya sangat merugikan konsumen dan harus segera diusut tuntas oleh pihak-pihak terkait. "Ini tidak boleh dibiarkan dan harus proses sesuai aturan hukum yang berlaku," tegasnya. RUL


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak