Dugaan Penganiyaan Terhadap Wartawan, Dani : Tidak Sesuai Fakta dan Saya Akan Lapor Balik Yang Bersangkutan

Foto Ilustrasi (sumber: Google)
Dompu,Topikbidom.com - Kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan Media Online Lensa Bima, Arifudin (31) warga Dusun Buncu Desa Desa Matua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, akhirnya ditanggapi oleh Dani Alias Prabu Pegawai Lapas kelas II B Dompu selaku terlapor dalam kasus tersebut.

Ia menegaskan, apa yang disampaikan dan diungkapkan oleh Arifudin di berbagai berita media online, itu tidak sesuai denga fakta atau kejadian sebenarnya. "Apa yang disampaikan oleh Arifudin itu tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta kerjadian sebenarnya," batah Prabu, melalui via seluler, Minggu (10/5/2020).

Merasa tidak terima dengan apa yang disampaikan oleh Arifudin, Prabu berencana akan melapor balik Arifudin ke penegak hukum atas dugaan pencemaran nama baik. "Saya akan segera mengambil langkah hukum untuk melapor balik yang bersangkutan (Arifudin)," ungkapnya.

Prabu menceritakan, kejadian yang sebenarnya yakni pada malam itu, Arifudin datang sudah dalam kondisi mabuk dan bersikap arogan. Kemudian melontarkan kata - kata yang menyinggung perasaan. Bahkan, pihaknya tidak pernah mengajak Arfudin untuk ikut minum, malah dia sendiri yang mau minum.

"Saat datang di hadapan kami yang duduk, dia sudah duluan mabuk miras dan memontarkan kata menyinggung saya. Dia membetak saya dengan mengatakan Diam Kamu Yang Tidak Punya Uang itu," katanya.

Tidak terima dengan sikap Arifudin, lanjut Prabu, dirinya pun langsung memanggil Arufudin dan menasehatinya. Namun Arifudin, malah balik bersikap arogan. "Saya pun mencekik lehernya dan meludahinya lalu dia pergi. Tapi kalau memukul dia, itu tidak saya lakukan," jelasnya.

Disinggung mengenai aksi penghadangan ditengah jalan?

Tambah Prabu, itu tidak benar alias bohong. Kenyataan sebenarnya, Arifudin sendirilah yang dalam kondisi mabuk alias teler mendatangi rumah dirinya untuk meminta maaf. Namun bukannya serius meminta maaf, Arifuddin malah bersikap kasar.

"Dia datang kerumah saya. Pada saat, sampai dirumah dia sempat meminta maaf, tapi tiba tiba dia malah memukul muka saya tepatnya di bagian rahang. Akhirnya, orang di kampung marah dan memukul dia. Saya pun sempat menyelamatkan dia dengan melarang warga untuk kembali memukul," terangnya. (Rul)






Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak