![]() |
| Ketua FUI Dompu Ustadz Ir. H.M. Amin MM.Pd (foto/ist) |
Ketua FUI Dompu Ustadz Ir. H.M. Amin MM.Pd mengaku, juga mengetahui mengenai keluhan para jamaah tabligh (pasien Reaktif) yang di karantina di RS Pratama Manggelewa. "Iya benar, kami FUI juga mengetahui adanya keluhan para Jamaah yang di karantina tersebut," ujar Ustadz Ir. H.M. Amin, Rabu (22/4/2020).
Menurut Ustadz Ir. H.M. Amin MM.Pd,pemerintah harus segera merespon apa yang menjadi keluhan mereka. Terutama mengenai SOP dan Protap penanganan terhadap para pasien tesebut.
Munculnya keluhan itu, diketahui karena para pasien merasa tidak puas atau tidak maksimalnya penanganan yang mereka dapatkan. "Untuk meredam dan mengantisipasi keluhan, pemerintah harus menjelaskan secara langsung kepada para pasien itu," katanya.
Termasuk lanjut Ustadz Ir. H.M. Amin, mengenai apakah tempat (RS Pratama Manggelewa) sudah memenuhi syarat untuk penanganan pasien Reaktif dan terkait pola gizi (makanan) serta obat obatan yang diberikan kepada para pasien tersebut.
"Menurut informasi yang kami dapat, bahwa di RS Paratama Manggelewa untuk pasien reaktif di tempatkan dalam satu ruangan. Misalnya, dalam satu kamar di pakai untuk merawat 5 orang pasien. Nah, apakah sudah memenuhi protap kesehatan ," tanyanya.
Berangkat dari hal ini tambah Ustadz Ir. H.M. Amin, pemerintah harus mengumumkan atau mengsosialisasikan mengenai SOP atau Protap penanganan para pasien Reaktif tersebut. "Hal ini dilakukan agar Publik bisa mengetahui mengenai informasi tentang itu," tuturnya.
Selain itu juga sambung Ustadz Ir. H.M. Amin, apakah pemerintah sudah menjamin kebutuhan hidup para keluarga pasien yang di karantina di RS Pratama Manggelewa setempat.
"Karena selama ini yang memenuhi kebutuhan keluarganya adalah para pasien itu. Jadi kalau mereka masih di karantina lantas siapa yang memenuhi kebutuhan keluarga para pasien," terangnya.
![]() |
| Penyaluran Bantuan Sembako oleh FUI Dompu (foto/ist) |
Lebih jauh Ustadz Ir. H.M. Amin mengaku, pihaknya selaku FUI Dompu bersama Karantaruna Desa O'o, sampai saat ini terus membantu para keluarga pasien yang di Karantina RS Pratama dengan cara memberikan bantuan Sembako. Bantuan ini, bersumber dari dana Swadaya masyarakat Desa O'o Kecamatan Dompu dan para dermawan lainnya.
"Alhamdulillah, bantuan swadaya yang kami kumpulkan tidak hanya berupa uang tunai tapi juga beras. Bantuan inilah yang kami salurkan kepada masing masing keluarga para jamaah tabligh," jelasnya.
Sementara itu, sampai berita ini diunggah pihak Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu, belum berhasil diwawancarai. Dihubungi melalui WhatsAppnya, juga belum direspon. (Rul)


