![]() |
| Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE (mengenakan kemeja putih) didampingi para pihak, saat meninjau sungai di wilayah Kota Bima |
Dompu, Topikbidom.com - Kepemimpinan H Muhammad Lutfi SE, sebagai Wali Kota Bima, tidak hanya mampu mewujudkan Perubahan kemajuan nyata di Kota Bima. Juga, mampu menjalin kerjasama dengan pihak-pihak luar yang tentunya memiliki perhatian serius terhadap daerah dan masyarakat Kota Bima.
Keberhasilan ini, pun kembali ditunjukan Wali Kota Bima, H Muhammad Luthfi SE, yang belum lama ini kabarnya mampu memantik perhatian Bank Dunia dan JICA Jepang. Kabarnya, Pemkot Bima mendapatkan dukungan anggaran dari Nuvret Bank Dunia sebesar Rp. 400 Miliar yang akan dikucurkan secara bertahap selama 5 tahun ke depan. Besaran dana ini, untuk membantu Pemkot Bima dalam menangani masalah banjir di Kota Bima.
"Dukungan dari Nuvret Bank Dunia untuk penanganan drainase perkotaan, pembuatan cekdam, kolam retensi (resapan), termasuk normalisasi sungai, selain dari program JICA Jepang," ungkap Wali Kota Bima, H Muhammad Luthfi SE, melalui Kepala Bappeda dan Litbang Kota Bima H Fakhrunrazi Rabu (7/12/2022).
Kata Dia, penanganan banjir Kota Bima didukung oleh berbagai pihak, selain anggaran JICA Jepang sebesar Rp 230 Miliar, juga ada dukungan Nuvret Bank Dunia sebesar Rp. 400 Miliar dan dukungan program dari Yayasan Islam Relief. "Tahun depan (tahun 2023) Pemerintah Kota Bima didukung anggaran dari Nuvret Bank Dunia senilai Rp 400 miliar yang secara bertahap dikucurkan selama 5 tahun,” jelasnya.
Anggaran ini (Nuvret Bank Dunia), diprioritaskan untuk 5 program, salah satunya penanganan drainase perkotaan. Meskipun sudah ada penataan drainase di Kota Bima, tinggal dilakukan pendalaman dan perluasan yang akan dilaksanakan dalam beberapa tahap yakni akan digarap drainase mulai Taman Ria Kota Bima sampai ke barat, kemudian dari Kelurahan Santi sampai ke wilayah Barat.
"Selama 5 tahun ke depan, Nuvret Bank Dunia tidak saja menangani drainase perkotaan yang menjadi simpul persoalan drainase di Kota Bima, tetapi juga akan melanjutkan normalisasi sungai dan penguatan tebing di Jatiwangi dan Jatibaru yang tidak ditangani oleh JICA Jepang," terangnya.
Selain itu, drainase perkotaan, juga akan dilakukan pembuatan cekdam, kolam resapan (retensi), termasuk saluran drainase disekitar kuburan Cina di Kelurahan Dara. "Semua itu ditangani oleh Nuvret Bank Dunia," paparnya.
Lanjut Fakhrunrazi, selain memperoleh dukungan dari Nuvret Bank Dunia dan JICA Jepang, juga dalam rangka penanggulangan bencana banjir di sisi hulu Kota Bima, akan dikembangkan Pertanian Terintegrasi yang sekarang dilakukan oleh Kementerian Pertanian sebagai program E-Plan. Program ini (E-Plan) memadukan 3 aktivitas yaitu tanaman hultikultura untuk jangka pendek, penggemukan ternak untuk jangka menengah dan penanaman pohon untuk jangka panjang.
"Termasuk didalamnya penanaman pohon untuk pakan ternak, sehingga space itu dibagi menjadi 3. 1 kelompok terdiri dari 10 orang, masing-masing mengelola 1 hektar lahan, sehingga jumlahnya 10 hektar untuk 1 kelompok. Kemudian peruntukkan lahannya dibagi menjadi 3 sepertiga untuk jagung, sepertiga untuk kandang kolektif,dan sepertiga untuk tanaman tahunan," paparnya lagi.
Tambah Fakhrunrazi, selain itu akan dilakukan oleh Yayasan Islam Relief, pada bulan lalu telah menandatangani kerjasama dengan Pemerintah Kota Bima. "Islam Relief akan membuat 1 kelompok pilot project di Kota Bima yang saat ini tengah dilakukan penjajakan," tandasnya. RUL/$
Komentar