![]() |
| Wali Kota Bima, H Muhammad Luthfi SE, didampingi sejumlah jajaran, saat bertemu langsung dengan pedagang kaki lima di lokasi lapangan Pahlawan Raba, Kota Bima |
Kota Bima, Topikbidom.com - Penataan pembangunan di wilayah Kota Bima, terus menjadi prioritas penanganan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Salah satunya, penertiban lapak milik pedagang kaki lima yang sebelumnya berada di lokasi trotoar dan bahu jalan.
Langkah Pemkot ini, selain mewujudkan keindahan dan kenyamanan di Kota Bima. Juga, tentunya membantu pedagang kaki lima untuk meningkatkan pendapatan ekonominya. Meski, meminta para pedagang untuk segera membongkar lapak yang berada di lokasi tidak semestinya (trotoar dan bahu jalan), tapi Pemkot tetap memikirkan nasib para pedagang. Khususnya, memberikan bantuan berupa rombong dan lain-lain melalui Dinas Koperindag Kota Bima.
Hal ini, terbukti seperti yang disampaikan Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE, yang saat itu turun ke lapangan, tepatnya di lokasi lapak pedagang kaki lima (bangunan yang berdiri permanen di atas trotoar dan bahu jalan) Lapangan Pahlawan Raba Kota Bima, dengan agenda penertiban lapak, Sabtu (3/12/2022).
Kegiatan ini, dipimpin Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE, didampingi sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Sat Pol PP Kota Bima, dibantu Dandim 1608/Bima beserta jajarannya dan pihak Polres Bima Kota.
"Tujuan pemerintah menata lapangan pahlawan Raba dengan biaya mahal ini semata demi masyarakat khususnya para pedagang. Tapi kalau kondisi lapak seperti ini (berdiri di atas trotoar dan bahu jalan), maka akan terlihat Kumu dan sepi kehadiran pembeli," ungkap Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE.
Inilah alasan, kenapa pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menertibkan (membongkar) bangunan permanen yang didirikan di atas trotoar dan bahu jalan. Menurutnya, meski rezeki sudah diatur oleh Allah SWT, akan tetapi para pedagang kaki lima harus memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga dan menata lingkungan agar tetap terlihat bersih, indah dan nyaman.
"Kami pemerintah sudah menyiapkan solusi kongkrit (nyata) yakni memberikan bantuan seperti rombong dan lain-lain untuk para pedagang kaki lima yang dibongkar lapak (tempat jualan). Kami sudah menyiapkan lapak di sisi Utara Lapangan Pahlawan," jelas Wali Kota Bima, dihadapan sejumlah pedagang kaki lima.
Kata Dia, lapak yang disediakan pemerintah sangat terjamin dan mampu meningkatkan pendapatan ekonomi para pedagang. "Lokasinya sudah ditentukan dan bisa langsung dimanfaatkan para pedagang kaki lima yang dibongkar lapaknya (tempat jualan) yang berdiri di atas trotoar dan bahu jalan," terangnya.
Menurut Wali Kota Bima, jika tempat usaha nyaman dan indah pemandangannya, maka daya minat pembeli dagangan para pedagang kaki lima, semakin bertambah. Berangkat dari kondisi ini, Ia meminta para pedagang tidak lagi membangun lapak di atas trotoar dan bahu jalan. "Jualan saja dengan memakai rombong dan lain-lain. Jangan membangun tenda permanen seperti ini," katanya.
Tambah Wali Kota Bima, berharap pedagang melakukan aktivitas dagang di tempat yang sudah disediakan pemerintah daerah. "Kami beri waktu sampai tanggal 4 Desember 2022 untuk segera membongkar secara langsung lapak (bangunan permanen) yang berdiri di trotoar dan bahu jalan. Mengenai bantuan rombong dan lain-lain untuk para pedagang kaki lima, segeralah berkoordinasi dengan Dinas Koperindag. Kami pemerintah tetap akan membantu para pedagang," tandasnya. RUL/$
.
Komentar