Hadapi Pemangkasan Anggaran Tahun 2026, Ini Langkah Cerdas Bupati Bambang Firdaus -->

Kategori Berita

.

Hadapi Pemangkasan Anggaran Tahun 2026, Ini Langkah Cerdas Bupati Bambang Firdaus

Kamis, 13 November 2025
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE Didampingi Kepala BPKAD Muhammad Syahroni, SP. MM bersilaturahim dengan jajaran PT. SMI di Jakarta, Selasa (11/11) 25)


Dompu, Topikbidom.com - Sejatinya menjadi seorang pemimpin di suatu daerah tidaklah mudah. Selain memikirkan Masyarakatnya, juga keberlanjutan pembangunan sesuai dengan target kemajuan yang direncanakan.


Hal ini, tergambar jelas pada sosok pemimpin di wilayah Kabupaten Dompu. Sebut saja, Bupati Dompu, Bambang Firdaus SE. Orang nomor satu di Bumi Nggahi Rawi Pahu, telah menyiapkan diri bersama jajarannya di bawah, tepatnya di lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu, khususnya Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Dompu, Muhammad Syahroni SP, MM, ini dalam menghadapi pemangkasan dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp.199 Miliar Tahun 2026. 


Lantas apa solusi cerdas Bupati Dompu, mengatasi keterbatasan anggaran daerah tersebut? 


Bupati Dompu, Bambang Firdaus SE, mengatakan dampak kebijakan pengurangan TKDD, pihaknya selaku Pemda Dompu, telah menyiapkan skema pembiayaan alternatif. Hal ini, merupakan upaya mencari terobosan dalam pembiayaan pembangunan daerah. 


Salah satu langkah strategis yang kini tengah coba dijajaki sebagai sumber pembiayaan alternatif pembangunan daerah adalah dengan penerapan pembiayaan kreatif melalui skema pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI. "Ini adalah solusi menghadapi keterbatasan fiskal daerah," ujar Bambang, usai bersilaturahmi dengan jajaran PT. SMI di Jakarta, Selasa (11/11) 25).


Ia, juga menjelaskan, PT SMI adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang bergerak di bidang pembiayaan pembangunan infrastruktur. Kemampuan keuangan daerah Kabupaten Dompu, masih sangat terbatas, dan pada Tahun Anggaran 2026, Pemkab Dompu akan mengalami pemangkasan dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp.199 miliar. 


"Ini menjadi pertimbangan pemerintah daerah mencari alternatif pembiayaan pembangunan," jelasnya. 


Menurut Bupati, kondisi keuangan daerah yang terbatas tentu akan mempersempit ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan dan skema alternatif pembiayaan lainnya diperlukan.Sementara, tuntutan pembangunan di berbagai sektor terus meningkat, mulai dari infrastruktur dasar, layanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

"Kami melakukan terobosan pembiayaan yang bersifat inovatif, kreatif dan dapat dipertanggung jawabkan," paparnya. 


Pemikiran Bupati Dompu, tentunya sejalan dengan pemikiran Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Dompu, Muhammad Syahroni SP. Sosok Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang biasa disapa Dae Roni, yang sudah banyak memberikan warna kemajuan luar biasa, lebih khususnya di bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah, ini ikut hadir mendampingi Bupati Dompu bersilaturahim dengan PT. SMI. 


Pada momentum ini, Dae Roni, menjelaskan ini merupakan langkah mencari pembiayaan alternatif bagi pembangunan daerah. Dimana, Pemerintah Kabupaten Dompu bertemu dengan Jajaran PT. SMI untuk membahas kemungkinan kerja sama pembiayaan melalui skema pembiayaan kreatif daerah.


Ia, pun menjelaskan dalam pertemuan yang berlangsung, PT. SMI diwakili langsung oleh Direktur Keuangan Publik dan Pengembangan Projek, Faris Pranawa yang memaparkan tahapan dan prosedur pinjaman daerah, sedangkan dari pihak Pemkab Dompu hadir langsung Bupati Bambang Firdaus beserta pejabat teknis terkait yang memaparkan sejumlah program prioritas daerah yang berpotensi untuk dibiayai melalui pola pembiayaan kreatif. 


"Langkah pembiayaan kreatif yang diikhtiarkan bukan untuk menambah beban daerah, melainkan strategi fiskal untuk mempercepat tahapan pembangunan," jelasnya. 


Jika pinjaman daerah bisa terlaksana melalui PT SMI, tentu tidak akan di arahkan pada kegiatan yang bersifat konsumtif, namun diarahkan untuk membiayai proyek-proyek produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat Dompu. "Semoga apa yang kita rencana bisa segera terwujud demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," tandasnya. RUL/ADVERTORIAL