![]() |
| Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima Drs. Muhtar Landa MH |
Kota Bima, Topikbidom.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), terus meningkatkan kerja kerasnya dalam menangani kasus stunting di Kota Bima Tahun 2022. Hasilnya, saat ini Kota Bima mencapai angka 14,81 persen dalam hal penurunan angka Stunting.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima Drs. Muhtar Landa MH, mengatakan sesuai dengan Perpres Nomor 72 tahun 2021, bahwa kasus stunting di tahun 2024 diprogramkan sampai angka 14 persen.
"Alhamdulillah, berkat kerja sama, koordinasi dan kolaborasi Kota Bima, telah mencapai angka 14,81 persen. Artinya, tinggal sedikit lagi," ungkap Sekda saat memberikan sambutannya pada acara Diseminasi Tahap II Audit Stunting Kota Bima yang digelar DPPKB Kota Bima, di Cafe Falcao Sonco Tengge, Senin (5/12/2022).
Pada acara yang juga dihadiri Asisten I Setda Kota Bima, Kepala BKKBN Provinsi NTB, Kepala DPPKB Kota Bima, Kepala Perangkat OPD, Kepala Puskesmas, Camat dan Lurah, ini Sekda juga berpesan
agar stakeholder terkait terus meningkatkan kinerjanya, sehingga angka stunting bisa turun ke angka 10 persen.
"Ini sangat penting dilakukan karena masa depan anak-anak sangat mempengaruhi kegiatan dan kesuksesan mereka ke depan," jelasnya.
Sementara itu, Koordinator KSPK Provinsi NTB, Dra Baiq Nurhayati, melalui sambutannya juga mengatakan dalam rangka pencegahan stunting, petugas kesehatan di Kota Bim, agar memberikan edukasi kepada masyarakat di masing-masing wilayah Posyandu.
"Alhamdulillah, tahun ini Kota Bima sudah banyak meraih piagam penghargaan termasuk video pendek pencegahan stunting nasional," terangnya.
Ia pun, berharap Kota Bima mampu dan terus menurunkan angka stunting, mengingat saat ini Provinsi NTB khususnya Kota Bima, merupakan daerah yang paling terendah angka stunting dari seluruh wilayah Kota dan Kabupaten. "Ini yang perlu menjadi perhatian bersama sehingga target penurunan angka stunting mampu diwujudkan," tandasnya. RUL/$
Komentar