![]() |
DOMPU, TOPIKBIDOM - Pemerintah Kabupaten Dompu, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dompu, resmi mengukuhkan lagu daerah berjudul Nggahi Rawi Pahu sebagai Mars Kabupaten Dompu.
Lagu yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat Kabupaten Dompu, ini ditetapkan dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) Dompu, sebagai wujud nyata pemerintah dalam dalam menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Dompu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dompu, Ir. Abdul Muis, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Dedy Arsyad, menjelaskan lagu Bumi Nggahi Rawi Pahu diciptakan sekitar 50 tahun silam dan resmi ditetapkan sebagai Mars Kabupaten Dompu.
"Syair lagu daerah (Bumi Nggahi Rawi Pahu) dinilai memiliki nilai kultural yang kuat dan melekat dengan jati diri Dou Dompu. Inilah alasan kenapa menjadi Mars Kabupaten Dompu dan ditetapkan dalam bentuk Perbup," ujarnya, Jumat (09/10/2026).
Apakah tidak menarik kalau pemerintah daerah tidak menggelar sayembara untuk menciptakan lagu baru?
Kata Dedy, pemerintah lebih memilih mempertahankan karya bersejarah yang telah menjadi bagian dari perjalanan budaya masyarakat Dompu. Ia, pun menceritakan Mars Nggahi Rawi Pahu kemudian diluncurkan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-211 Kabupaten Dompu, 11 April 2026.
"Dalam Perbup mengatur penggunaan Mars di lingkungan pemerintahan dan sekolah," jelasnya.
Lagu Bumi Nggahi Rawi Pahu, tidak sekadar menjadi simbol pelestarian budaya. Tapi juga ditetapkan penggunaannya dalam berbagai kegiatan resmi.
"Mars daerah ini diwajibkan untuk dinyanyikan dalam agenda formal pemerintahan dan kedaerahan, upacara resmi kedinasan, serta kegiatan protokoler di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu, " paparnya.
Selain itu, juga diarahkan di lingkungan pendidikan. Dimana sekolaj sekolah mulai dari tingkat dasarnya sampai menengah. Artinya, Mars ini Wajib dibawakan atau dikumandangkan di sekolah sekolah.
"Ini wujud menanamkan nilai nilai kecintaan terhadap daerah, guna memperkuat karakter dan menumbuhkan sangat nasionalisne generasi Muda," terangnya.
Lanjut Dedy, harapan terbesar Bumi Nggahi Rawi Pahu, tidak hanya dikenal sebagai lagu seremonial, akan tetap mengingatkan nilai nilai budaya dan indentitas Masyarakat Kabupaten Dompu.
Selain itu, pemerintah tidak hanya mengukuhkan. Tapi, juga memberikan penghargaan Luar biasa untuk Pencipta dan Maestro Musik Daerah. Hal ini, bentuk dukungan terhadap Visi Dompu Berbudaya.
"Pemerintah turut memberikan penghargaan kepada sosok-sosok yang berjasa dalam penciptaan dan pengembangan Mars Kabupaten Dompu," katanya.
Maka itu, pada malam resepsi HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026, apresiasi diberikan atas jasa almarhum Israil M. Saleh selaku sosok pencipta lagu Nggahi Rawi Pahu.
"Penghargaan tersebut diterima langsung oleh putrinya, Ir. Nurhaidah. Tidak hanya itu, juga memberikan apresiasi kepada Jhoni Keke, maestro musik daerah yang berperan dalam menyusun aransemen lagu tersebut sehingga dapat dihadirkan sebagai mars daerah," Jelasnya lagi.
Penghargaan, ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi para pelaku seni yang telah meninggalkan karya penting bagi perjalanan sejarah dan kebudayaan Kabupaten Dompu. ADV
