![]() |
| Petani di Woja, saat melakukan blokade jalan kemarin, tepatnya Sabtu (28/3/2026). |
DOMPU, TOPIKBIDOM - Dugaan ketidaktransparanan dalam tata kelola distribusi dan pengujian hasil panen kembali mencuat. Sejumlah temuan di lapangan mengindikasikan adanya persoalan serius yang berpotensi mengganggu mekanisme pasar serta merugikan petani.
Perwakilan Petani Woja, Deden, warga Kelurahan Monta, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, mengatakan beberapa indikator yang disorot antara lain terkait proses refaksi (pemotongan kualitas), tidak transparannya uji laboratorium, hingga dugaan praktik overlab dan janji Kepala Bulog terkait tanggungan biaya angkut gabah petani senilai Rp250 rupiah per-Kilogram.
BACA JUGA: Blokade Jalan Meledak di Woja, Petani Murka Harga Gabah Anjlok, Gudang Diduga Bermasalah
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi harga serta kepercayaan petani terhadap sistem yang berjalan.“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi sudah mengarah pada potensi distorsi hukum pasar,” ujarnya.
Sorotan utama juga tertuju pada biaya transportasi sebesar Rp250 per kilogram yang disebut telah diakui oleh pihak BULOG. Dengan volume distribusi yang mencapai ribuan ton, angka tersebut dinilai sangat signifikan. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai aliran dana tersebut.
“Pertanyaannya, siapa yang menerima uang Rp250 per kilogram itu? Apakah Satgas Pangan, pihak koperasi, petani, sopir pengangkut, atau justru tengkulak?," tanya Deden.
Menurutnya, hal ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan publik dan keresahan di kalangan petani.
Ia menegaskan bahwa biaya transportasi tersebut bukan merupakan kebijakan tambahan, melainkan telah diatur secara resmi dan seharusnya ditanggung oleh BULOG.
Karena itu, transparansi dalam pelaksanaannya menjadi hal yang mendesak.“Ini harus diperjelas. Jangan sampai aturan yang sudah jelas justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme distribusi biaya transportasi tersebut. RUL
Komentar