| Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik kelompok 40 Unisma, memberikan pembinaan tentang belajar baca Al-Qur'an |
Kota Bima, Topikbidom.com - Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik kelompok 40 Unisma, memberikan pembinaan tentang belajar baca Al-Qur'an di Masjid An-Nur lingkungan Toloweri, Kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Salah satu guru ngaji lingkungan Toloweri, Masrin mengatakan, pengadaan kegiatan pembinaan ini untuk menanggapi permasalahan pendidikan Al-Qur'an yang dialami anak-anak di Toloweri.
Permasalahan ini, berasal dari para guru ngaji yang mengalami kesulitan dalam hal mengatur waktu karena harus mencari penghasilan di pegunungan sehingga pembelajaran AlQur’an terpaksa di Non aktifkan.
"Anak-anak toloweri yang sangat membutuhkan pengajaran dan pembinaan khusus, akan tetapi hingga saat ini pun belum ada waktu luang untuk memberikan pengajaran," katanya.
Ia menyebut, Masyarakat kelurahan Nungga khususnya lingkungan Toloweri ini mayoritas bekerja sebagai petani. "Diawal bulan 1 sampai bulan 4 ini kami bekerja di pegunungan dari pagi hingga magrib, bahkan sering juga bermalam untuk menjaga jagung supaya tidak dimasuki hewan-hewan," katanya.
Inilah alasan, pihaknya sulit membagi waktu untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak. "Kekhwatiran kami adalah mereka tertinggal dalam memahami bacaan Al-Qur'an," tuturnya.
Menanggapi permasalahan ini, Muhammad Miftahul Maulana selaku Ketua KSM kelompok 40 Unisma bersama seluruh anggotanya berupaya menghidupkan kembali pembinaan Al-Quran di Masjid An-Nur lingkungan Toloweri melalui pembangunan lembaga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).
Pembangunan TPQ ini, diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi lembaga pendidikan Al-Qur'an yang mampu menjadi penerang bagi perkembangan pendidikan Al-Qur'an di lingkungan Toloweri.
"Berdasarkan Informasi yang kami dapat dari beberapa warga toloweri bahwa anak-anak di lingkungan Toloweri ini melaksanakan kegiatan pembinaan pembelajaran Al-Qur'an di dua rumah guru ngaji. Namun pada bulan-bulan ini anak-anak Desa Toloweri tidak dapat menerima pembinaan Al-Qur'an dikarenakan kesibukan para guru ngaji dalam mencari nafkah di pegunungan," ungkapnya.
Lanjut Muhammad Miftahul Maulana, KSM Unisma kelompok 40 berinisiatif membangun lembaga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang bertempat di Masjid An-Nur Toloweri melalui perekrutan guru ngaji di ambil dari anak-anak setempat yang telah mahir mengaji dan selanjutnya dapat menjadi guru ngaji bagi anak-anak yang lain.
Program ini, diharapkan dapat terus bersinar tanpa ada hambatan apapun sehingga melahirkan generasi-generasi yang menjunjung tinggi terhadap Al-Qur'an yang tidak hanya melahirkan mubalig yang paham akan Al-Qur'an.
"Tetapi juga, mampu mengajarkan kepada orang-orang di sekitarnya melalui pemahaman dan keterampilan membaca sesuai kaidah Ilmu tajwid serta mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya," paparnya.
Disela waktu, Lurah Nungga Burhan, mengapresiasi dan mendukung atas usaha para Mahasiswa KSM Unisma atas pembangunan TPQ Toloweri yang di Masjid Toloweri sebagai salah satu usaha dalam melahirkan mubalig yang cinta akan Al-Qur'an.
"Menjadi harapan besar melalui program yang dilaksanakan oleh KSM Unisma ini dapat memberikan dampak positif yang besar bagi warga Toloweri. Apalagi yang menjadi sasarannya adalah para anak-anak yang akan menjadi regenerasi bagi kalangan tua dan akan menggantikan kami disuatu hari nanti," katanya.
Sementara itu, Ketua RW Kelurahan Nungga Mansur, sangat menerima dan menyetujui terhadap setiap program yang di adakan mahasiswa KSM kelompok 40 Unisma terutama pembangunan TPQ di Toloweri.
"Kami berharap kepada seluruh mahasiswa KSM Unisma ini dapat menyalurkan ilmunya dan saya selaku RW sangat mendukung setiap program yang dilaksanakan oleh adek-adek KSM Unisma," ucapnya.
Senada dengan penyampaian pengurus Toloweri, juga menyampaikan program yang dilaksanakan oleh KSM Unisma ini, diharapkan terus dilaksanakan. "Warga Toloweri sangat berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut," tandasnya. RUL