![]() |
| Pegadaian peduli korban dampak bencana |
Topikbidom.com - PT. Pegadaian (Persero) menyalurkan bantuan ratusan paket sembilan bahan pokok (sembako) untuk para korban dampak banjir di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini dilakukan, sebagai bentuk kepedulian Pegadaian untuk meringankan beban masyarakat.
Pemimpin Wilayah Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar, Nuril, melalui Kepala Departemen Non Gadai, I Made Suralaksana, mengatakan penyaluran bantuan bahan makanan tersebut adalah respon cepat dari Pegadaian untuk meringankan beban para korban dampak banjir tersebut.
"Semoga dengan adanya bantuan itu masyarakat yang menerima bantuan dapat segera bangkit dan memulai aktivitas dengan normal kembali," ujar Kepala Departemen Non Gada I Made Suralaksana.
Made menyebutkan satu paket sembako yang diberikan kepada korban banjir berisi minyak goreng, mi instan, beras, telur, gula pasir, teh dan air minum kemasan.
Sebanyak 100 paket bantuan tersebut, diserahkan kepada warga Desa Nisa, Kecamatan Woha, yang lokasinya berdekatan dengan kantor Pegadaian Cabang Tente, Kabupaten Bima. Wilayah tersebut terdampak cukup serius akibat banjir. Ia pun, secara langsung menyerahkan bantuan senilai Rp 15 juta tersebut didampingi Kepala Departemen Gadai Ali Murteja, dan Pemimpin Cabang Pegadaian Tente Gunaji Agus Wibowo.
Untuk bantuan bagi korban banjir di wilayah Sila, penyerahan sebanyak 100 paket sembako dilakukan di Desa Rato, tepatnya di kantor Pegadaian Bolo-Sila, Kabupaten Bima. "Jadi untuk Pegadaian Area Dompu, sudah menyerahkan bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Bima sebanyak 200 paket senilai Rp 30 juta," jelasnya.
![]() |
Sementara Pegadaian Area Ende, NTT, kata dia, menyerahkan bantuan ke masyarakat di Lembata, dan sekitar UPC Waiwerang Lembata, serta Cabang Prailiu. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 200 paket senilai Rp30 juta atau sama dengan di Kabupaten Bima, NTB.
"Secara keseluruhan, Pegadaian Area Dompu, dan Area Ende telah menyalurkan bantuan ke masyarakat sebanyak 400 paket sembako dengan nilai Rp60 juta," tutup Made.
Banjir bandang menerjang NTB pada Jumat (2/4), dan di NTT pada Minggu (4/4). Bencana alam tersebut disebabkan curah hujan yang tinggi.
Ribuan kepala keluarga yang terdampak banjir di Kabupaten Bima, tersebar di 12 desa dan empat kecamatan, yakni Kecamatan Bolo, Madapangga, Woha, Kecamatan Monta. Sedangkan di Kabupaten Dompu, hanya satu desa di Kecamatan Hu'u yang dilanda banjir.
Selain menggenangi rumah warga, banjir dikabarkan menghanyutkan ternak, kendaraan, serta persawahan warga, serta dua orang meninggal dunia. Belum diketahui pasti kerugian yang dialami akibat banjir tersebut. Namun, sejumlah fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) ikut terdampak.
"Hujan turun dengan intensitas sedang dan tinggi selama sembilan jam lamanya mengguyur seluruh wilayah Kabupaten Bima hingga sekitar pukul 15.00 Wita mengakibatkan banjir bandang, yang menggenangi lahan persawahan, permukiman, dan fasum-fasos," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Bambang.(*)


