Topikbidom.com - Tiga daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Kabupaten Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima, sepakat untuk membentuk Satgas Rabies Tahun 2021. Kesiapan ini, diungkapkan dalam sosialisasi Pembentukan Lembaga dan Kader Siaga Rabies melalui Vidcon dengan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, drh. Syamsul Ma’arif, M.Si, Senin (15/3/2021).
"Rabies harus ditangani bersama. Dinas harus memberikan kesadaran, edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari penyakit rabies," ungkap drh. Syamsul Ma’arif, M.Si.
Ia menjelaskan, bahwa semua harus tetap memberikan informasi dan edukasi yang sehat terhadap masyarakat. ‘’Itu satu-satunya jalan. Kemudian melibatkan semua stakholder untuk membantu memberikan penyadaran,’’ terang Syamsul Ma’arif.
Menurutnya, upaya pencegahan penyakit Rabies ini, juga menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Untuk itu, perlu dibentuk Kader dan Satgas Rabies di masing-masing daerah.
"Penyakit Rabies, 80 persen tertular karena digigit anjing gila dan 20 persen dari gigitan kucing. Kita harus mengubah perilaku dan kesadaran kita. Makanya kita bentuk para kader untuk menghadapi rabies ini,’’ beber Syamsul Ma’arif.
Sambung Syamsul Ma’arif, selama ini semua belum efektif menangani penyakit rabies. "Kalau kita bersama-sama menghadapi dan mengendalikan, maka kehidupan kita pasti aman," katanya.(Rul)
