
Ilustrasi kondisi hutan rusak akibat dibabat, sungai menyempit dan saluran drainase tersumbat
Dompu, Topikbidom.com - Bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Dompu, tidak disebabkan oleh aksi pembabatan hutan menjadi lahan pertanian dan terjadinya penyempitan sungai. Akan tetapi, juga akibat tersumbatnya saluran air (Drainase). "Itulah penyebab utama, kenapa beberapa wilayah di Kabupaten Dompu dilanda bencana banjir," ungkap Marwan, warga Kabupaten Dompu, Selasa (16/3/2021).
Ia menyebut, kondisi hutan di daerah ini sangat kritis karena hampir di beberapa lokasi telah berubah menjadi lahan pertanian yang ditanami jagung. Mestinya, hutan itu dijaga kelestariannya, bukan malah dirusak.
"Lihat saja, bagaimana kondisi hutan (gunung) di Dompu ini. Pohon pohonnya dibabat untuk kepentingan menanam jagung. Jadi jangan heran kalau di Dompu ini kerap kali terjadi banjir ketika memasuki musim hujan," beber Marwan.
Selain itu lanjut Marwan, kondisi sungai sungai di Dompu menyempit, sehingga air yang mengalir di sungai meluap keluar hingga menggenangi jalur jalan. Drainase - drainase (saluran air) yang tersumbat juga penyebab kenapa air merendam jalur jalan. "Ini juga penyebab kenapa terjadi banjir di lokasi jalan raya," katanya.
Disinggung, apa langkah kongkrit untuk mengantisipasi agar banjir tidak kembali melanda daerah ini ?
Menurut Marwan, kondisi ini perlu ada perhatian serius dari para pihak termasuk masyarakat (petani) yang melakukan aktifitas menanam jagung dilokasi kawasan hutan (pergunungan).
Para petani ini, harus dibangun kesadarannya untuk bagaimana memiliki tanggung jawab mengembalikan kelestarian hutan. Maka itu, pemeritah harus berperan untuk memberikan penegasan kepada para petani agar menanam jenis jenis pohon yang tentunya dapat menahan atau menyerap air hujan yang turun melalui pergunungan.
"Para petani harus bertanggung jawab untuk menanam bibit pohon di masing masing lahan yang mereka kuasai. Jangan hanya fokus menanam jagung saja," terangnya.
Mengenai kondisi sungai mengalami penyempitan, itu perlu membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di lokasi sungai. Selain itu juga, sungai sungai yang sempit perlu dilakukan normalisasi, agar ketika air mengalir di lokasi sungai tidak meluap keluar.
"Drainase yang tersumbat, harus segera diatasi agar air tidak meluap keluar hingga menggenangi jalur jalan," jelas Marwan.
Lebih jauh, ia berharap semoga kedepan wilayah Kabupaten Dompu tidak kembali dilanda bencana banjir. "Semoga kedepan bencana banjir tidak kembali terjadi di daerah kita tercinta ini," tandasnya.(Rul)