![]() |
| Kegiatan Warp - Up (penutupan) program Responsive Innovation Find (RIF) Tahap II Kawasan Agropolitan jago Kala Kabupaten Dompu. (foto/Rul) |
Dompu, Topikbidom.com - Program Responsive Innovation Find (RIF) Tahap II di Kawasan Agropolitan Jago Kala Kabupaten Dompu, telah mampu meningkatkan daya saing Daerah Kabupaten Dompu. Hal ini terbukti, program yang sebelumnya dicetus melalui kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Kanada ini, telah berhasil mengantarkan Dompu pada peringkat ke4 KPPN Mandiri.
Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin menyebut, kabupaten Dompu telah sukses menghasilkan jagung dalam jumlah besar melalui program budidaya dan hasil kegiatan lainnya.
"Semua ini berjalan dengan baik melalui berbagai kesepakatan, kebijakan bersama dalam program endry point," ungkap Bupati Dompu, Melalui Video Conference (Vidcon) dalam acara Warp - Up (penutupan) program Responsive Innovation Find (RIF) Tahap II Kawasan Agropolitan jago Kala Kabupaten Dompu yang berlangsung di Pandopo Bupati Dompu, Kamis (23/7/2020) yang juga dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD lingkup Pemda Dompu serta puluhan undangan lainnya.
Kata Bupati, kelanjutan program Bumdes dari berbagai desa dapat diandalkan untuk pertumbuhan ekonomi dan dukungan modal yang kuat. Hal ini diharapakan, bisa menarik antusias para investor untuk bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). "Kita harus bisa menawarkan investor untuk bermitra dengan BUMDes," jelasnya.
![]() |
| Miftahul Su'adah, ST. (foto/Rul) |
![]() |
| Miftahul Su'adah, ST. (foto/Rul) |
Sementara itu, Penanggungjawab Kegiatan RIF Kabupaten Dompu Miftahul Su'adah, ST, yang juga Kabid Perencanaan Fisik dan Prasarana Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Miftahul Suhada ST, juga menjelaskan, program RIF ini kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Kanada.
"Pemerintah Indonesia dalam hal ini Bappenas melaksanakan kegiatan ini berdasarkan MOU di tahun 2019," ujar Miftahul Suhada ST, saat diwawancarai sejumlah wartawan usai kegiatan tersebut.
Miftahul Suhada ST menyebut, dari 62 KPPN yang ada di Indonesia hanya 6 Kabupaten terutama Kabupaten Dompu yang mendapatkan program ini.
Program ini pun, tidak datang dengan sendirinya. Tapi awalnya awalnya 62 Kabupaten mengirim proposal dan dilakukan verifikasi oleh tim baik dari Bappenas, Kementerian PDT dan pemerintah (pihak) Kanada, sehingga diputuskan bahwa ada 6 Kabupaten termasuk Dompu yang mendapatkan program ini.
"Sasaran program ini antaralain, di dua kecamatan yakni kawasan pedesaan prioritas nasional (Manggelewa dan Kilo). Khusus RIF Dompu menyebutnya Jago Kala," jelasnya.
Untuk program ini lanjut Miftahul Suhada ST, titik poinnya yakni peningkatan kapasitas untuk para wanita wanita dan petani serta penguatan kelembagaan BUMDes di 18 Desa. Saat ini, sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan seperti pelatihan peningkatan kapasitas untuk para KWTnya dengan membuat prodak olahan dari jagung antaralain Brownis, Jus Jagung dan beras analog.
"Karena inilah, kita di Dompu berada pada posisi 4 besar dan akan menuju KPPN berdaya saing," katanya.
Alasan Dompu menuju KPPN berdaya saing tambah Miftahul Suhada ST, karena daerah ini sudah ada prodak unggulan yang dihasilkan dan sudah masuk ke pasar lokal maupun regional.
"Contohnya, beras analog sudah masuk ke pasal lokal dan bisa dilihat dibeberapa mini market yang ada di Dompu dan adanya pelatihan penjualan bisnis melalui online," terangnya.
Harapan dari Pemkab Dompu sambung Miftahul Suhada ST, program tidak berakhir disini saja karena KPPN di RPJMN Dompu sampai tahun 2024.
"Dengan status kita KPPN nanti ada intervensi lebih dari pemerintah pusat. Itu terbukti, Dompu bukan lagi Kabupaten tertinggal sehingga jalurnya bisa diajukan permohonan melalui DAK," tuturnya.
Harapan lainnya pun, akan ada intervensi pemerintah pusat dengan investasi yang tinggi di Kabupaten Dompu dan dilirik juga oleh investasi dari swasta.
"Semoga kedepan ada program yang langsung menyentuh ke UMKM berupa pemberian suport sarana prasarana untuk mendukung prodak yang dihasilkan sehingga UMKM bisa maju dan pendapatan masyarakat bisa naik yang akhirnya pertumbuhan ekonomi Dompu bisa ikut terdongkrak juga," harapnya.
Miftahul Suhada ST kembali menjelaskan, pengawalan untuk memperluas pangsa pasar oleh pemerintah yakni dengan menerbitkan Regulasi yang saat ini sedang dalam proses penyusunan PERDA produk unggulan daerah. (Rul)


