Pemerintah Dompu Dorong Deteksi Dini Gangguan Mata, 450 Warga Jalani Operasi Katarak Gratis

Terlihat masyarakat (pasien) Kabupaten Dompu, saat menjalani operasi katarak gratis 


DOMPU, TOPIKBIDOM — Menjaga kesehatan mata bukan sekadar memastikan penglihatan tetap jelas, tetapi juga menjaga produktivitas, keselamatan kerja, dan kualitas hidup masyarakat. Pesan inilah yang ditegaskan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu, H. Khairul Insyan, SE., MM., saat membuka peringatan Hari Mata Sedunia 2026 yang dirangkaikan dengan bakti sosial pelayanan operasi katarak gratis dan pemeriksaan pterigium.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu di halaman RSUD Dompu, Kamis (8/10/2026), menjadi wujud nyata kolaborasi pemerintah daerah bersama tenaga medis dan berbagai pihak dalam memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat.


Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu, H. Khairul Insyan, SE., MM., 

Mewakili Bupati Dompu, Khairul Insyan menyampaikan apresiasi kepada Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), para dokter, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan membutuhkan sinergi dan komitmen bersama. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab seluruh kebutuhan masyarakat, sehingga kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat.

“Pemerintah Kabupaten Dompu menyadari bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan membutuhkan kerja bersama. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri, semangat kolaborasi seperti ini harus terus kita bangun,” ujarnya.

Mengusung semangat Love Your Eyes atau sayangi mata, peringatan Hari Mata Sedunia tahun ini menekankan pentingnya pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan. Khairul Insyan menilai, pemeriksaan mata merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar, terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan dan membutuhkan penanganan medis.

Deteksi dini memungkinkan gangguan pada mata diketahui lebih cepat sehingga masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan lanjutan, rujukan, maupun penanganan sesuai kebutuhan medis. Ia juga mengingatkan bahwa kesehatan mata memiliki kaitan erat dengan aktivitas sehari-hari. Penglihatan yang terganggu dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam bekerja, menjalankan usaha, beraktivitas, hingga menjaga keselamatan diri.

“Menjaga mata berarti merawat kesehatan penglihatan sekaligus menjaga fokus dan keselamatan kerja agar sumber penghidupan tetap berjalan dengan baik dan produktif,” jelasnya.

Hal ini, menunjukan kesehatan mata sebagai bagian penting dari upaya membangun masyarakat Dompu yang sehat dan produktif. Sebab, kemampuan melihat dengan baik turut mendukung kemandirian masyarakat dalam menjalankan aktivitas sosial maupun ekonomi. Komitmen memperluas pelayanan kesehatan mata diwujudkan melalui program bakti sosial yang menyasar warga hasil penjaringan dari 10 puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Dompu.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Omiyati Fatimah, S.Sos., M.PH

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Omiyati Fatimah, S.Sos., M.PH., dalam laporannya menyampaikan hasil skrining menetapkan sebanyak 450 orang sebagai sasaran penanganan operasi yang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan pada 8 Oktober 2026 dengan sasaran sebanyak 300 orang. Sementara tahap kedua direncanakan berlangsung pada 14 November 2026 dengan sasaran 150 orang.

Program ini diharapkan membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan gangguan penglihatan, sekaligus memperkuat akses pelayanan kesehatan mata melalui koordinasi puskesmas dan fasilitas kesehatan rujukan.

Penjaringan melalui puskesmas juga menjadi bagian penting dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan identifikasi awal dan pemeriksaan lanjutan, calon pasien dapat diarahkan untuk memperoleh penanganan sesuai kondisi medis masing-masing.

Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu berharap upaya peningkatan kesehatan mata ke depan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mencakup promosi kesehatan, pencegahan, skrining atau deteksi dini, rujukan, pengobatan, hingga rehabilitasi.

Omiyati menegaskan pentingnya pemeriksaan mata secara berkala, terutama bagi kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki faktor risiko gangguan penglihatan.“Pemeriksaan mata secara berkala juga perlu terus didorong, terutama bagi masyarakat lanjut usia dan kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko,” ujarnya.

Pendekatan tersebut penting agar masyarakat semakin memahami bahwa gangguan penglihatan perlu dikenali dan ditangani secara tepat. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan juga diharapkan mendorong masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan pada mata.

Melalui sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat, pelayanan kesehatan mata di Kabupaten Dompu diharapkan semakin menjangkau warga yang membutuhkan.

Peringatan Hari Mata Sedunia 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa kesehatan merupakan fondasi penting pembangunan manusia. Ketika masyarakat memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan yang tepat, peluang untuk mempertahankan kemandirian, produktivitas, serta kualitas hidup yang lebih baik akan semakin terbuka.





Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, pimpinan perangkat daerah, Direktur RSUD Dompu, serta sejumlah unsur terkait. (ADV) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak