![]() |
| Ilustrasi |
DOMPU, TOPIKBIDOM - Besarnya alokasi anggaran pengadaan barang dan jasa yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan data SiRUP yang dihimpun dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terdapat ratusan paket pengadaan yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2025 dan 2026 dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Data tersebut menunjukkan Bagian Umum Kabupaten Dompu pada Tahun Anggaran 2025 memiliki 161 paket pengadaan dan 24 paket swakelola, sedangkan pada Tahun Anggaran 2026 kembali menganggarkan puluhan paket pengadaan melalui penyedia. Paket-paket tersebut meliputi belanja alat tulis kantor, barang yang akan diserahkan kepada masyarakat, pemeliharaan aset, makanan dan minuman, jasa kesehatan, medical check up, pemeliharaan kendaraan dinas, hingga rehabilitasi fasilitas pemerintah.
Sementara itu, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Tahun Anggaran 2026 mengalokasikan sedikitnya 20 paket pengadaan, di antaranya iuran jaminan kecelakaan kerja ASN sebesar Rp170 juta, hibah kepada badan dan lembaga sosial Rp830 juta, hibah sosial lainnya Rp350 juta, belanja beasiswa Rp200 juta, jasa asosiasi Rp294 juta, serta pengadaan barang yang akan diserahkan kepada masyarakat senilai Rp65 juta.
Berdasarkan data tambahan SiRUP, pada Bagian Umum Tahun Anggaran 2026 juga tercatat sejumlah paket lainnya, di antaranya belanja pemeliharaan alat angkutan darat kendaraan dinas bermotor perorangan sebesar Rp533.306.000, belanja makanan dan minuman jamuan tamu Rp278.990.000, belanja penyelenggaraan acara Rp100.250.000, belanja makanan dan minuman aktivitas lapangan Rp442.020.000, pengadaan kalender Tahun 2026 Rp55.000.000, belanja alat dan bahan cetak Rp68.050.000, belanja bahan bangunan dan konstruksi Rp45.001.000, belanja jasa penanganan prasarana dan sarana umum Rp12.500.000, serta belanja peralatan dan mesin rumah tangga sebesar Rp106.500.000.
Selain itu, pemerintah juga menganggarkan rehabilitasi Aula Pendopo Bupati senilai Rp800.000.000 melalui mekanisme tender, didahului dengan paket pengawasan teknis sebesar Rp40.000.000 dan perencanaan teknis sebesar Rp60.000.000.
Masih dalam data SiRUP, terdapat pula sejumlah paket pengadaan barang untuk diserahkan kepada masyarakat, di antaranya penyediaan sekretariat MUI (barang untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat) senilai Rp100.000.000, pengadaan terop dan kursi Desa Soro Barat Kecamatan Kempo Rp30.000.000, Desa Kanda II Kecamatan Dompu Rp50.000.000, Desa Marada Kecamatan Hu'u Rp40.500.000, Desa Berigin Jaya Kecamatan Pekat Rp40.000.000, Desa Kadindi Kecamatan Pekat Rp70.000.000, Desa Sorinomo Kecamatan Pekat Rp80.000.000, Desa Doropeti Kecamatan Pekat Rp40.000.000, serta Desa Kadindi Kecamatan Pekat Rp40.000.000.
Aktivis asal Kabupaten Dompu yang kini berdomisili di Jakarta, Irfan, SH., MH., menegaskan bahwa besarnya anggaran yang direncanakan melalui SiRUP harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat agar benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Publik tentu mendukung pembangunan daerah. Namun setiap rupiah APBD harus dipastikan digunakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Jangan sampai anggaran yang begitu besar justru tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Irfan, pada Topikbidom, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, keterbukaan melalui SiRUP merupakan langkah awal yang baik, tetapi harus dibarengi dengan pelaksanaan yang sesuai aturan.
"Saya mengajak masyarakat, media, DPRD, APIP, BPK maupun aparat penegak hukum untuk bersama-sama mengawal seluruh proses pengadaan barang dan jasa. Pengawasan adalah bagian dari upaya memastikan uang rakyat tidak disalahgunakan," tegasnya.
Irfan juga berharap pemerintah daerah memprioritaskan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dibanding belanja yang kurang berdampak terhadap pelayanan publik.
"Semua paket pengadaan harus dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari perencanaan, proses pemilihan penyedia, pelaksanaan pekerjaan hingga hasil akhirnya. Dengan demikian kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin meningkat," tutupnya. RUL
Komentar