![]() |
DOMPU, TOPIKBIDOM – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten tahun ini memasuki tahapan krusial. Setelah melewati serangkaian tes administrasi dan awal, para peserta kini menjalani seleksi lanjutan yang menitikberatkan pada kemampuan fisik, ketahanan mental, serta kedisiplinan melalui materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan tes kesamaptaan.
Pada tahap ini, seluruh peserta tidak langsung dinyatakan gugur, melainkan mengikuti sistem penilaian berbasis akumulasi nilai atau ranking. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar merupakan putra-putri terbaik dengan kualitas yang terukur secara objektif.
Untuk kategori putra, dari total 23 peserta yang mengikuti tahap ini, kuota yang disiapkan sebanyak 19 orang, termasuk dua peserta cadangan. Menariknya, dua peserta dengan peringkat teratas nantinya akan dikirim untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi.
“Jika dua peserta terbaik tersebut lolos di tingkat provinsi, maka posisi mereka di kabupaten akan otomatis digantikan oleh peserta cadangan. Namun jika tidak lolos, mereka akan kembali memperkuat tim daerah,” jelas Panitia pelaksana pembentukan Paskibraka Kabupaten Dompu Tahun 2026, Ardiansyah, SE, pada media Topikbidom, Sabtu (25/4/2026).
Dengan sistem tersebut, komposisi akhir tetap mengacu pada kebutuhan tim daerah, yakni 21 orang, termasuk cadangan yang telah disiapkan melalui mekanisme berjenjang.
Sementara itu, untuk kategori putri, jumlah peserta yang masih bertahan saat ini sebanyak 14 orang, dengan kuota yang akan diambil sebanyak 11 orang. Artinya, seleksi akhir akan menentukan tiga peserta yang tidak masuk dalam tim, berdasarkan hasil pemeringkatan dari seluruh tahapan yang telah dilalui.
Tahapan berikutnya meliputi tes fisik lanjutan seperti lari, push-up, sit-up, dan shuttle run, serta wawancara untuk mengukur kesiapan mental dan kepribadian peserta. Seluruh hasil penilaian dilakukan secara transparan melalui sistem digital yang terintegrasi.
Panitia memastikan bahwa seluruh proses seleksi berjalan terbuka dan akuntabel. Setiap hasil tes langsung diinput ke dalam aplikasi resmi yang terhubung dengan pusat, sehingga dapat dipantau secara real time.
“Begitu tahapan selesai, nilainya langsung diinput dan diumumkan. Sistem ini menjamin tidak ada ruang untuk intervensi atau permainan,” tegas panitia.
Dalam aspek kesehatan, penilaian sepenuhnya menjadi kewenangan tim medis profesional. Panitia tidak melakukan intervensi terhadap hasil pemeriksaan kesehatan, sehingga objektivitas tetap terjaga.
Meskipun dalam prosesnya terdapat dinamika dan berbagai tanggapan dari masyarakat, panitia menegaskan bahwa seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan standar nasional.
Dengan waktu pelatihan yang relatif singkat, yakni hanya 14 hari yang dijadwalkan mulai 2 Agustus mendatang, panitia berkomitmen untuk menjaring peserta yang benar-benar siap dari segi fisik, mental, dan akademik.
Melalui sistem seleksi yang transparan, profesional, dan berbasis teknologi, diharapkan Paskibraka yang terpilih nantinya mampu menjalankan tugas kenegaraan dengan maksimal serta membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. RUL
Komentar