Klarifikasi Soal Dugaan Ulat dalam Hidangan Bubur, SPPG Sori Sakolo Karijawa Diduga Arogan -->

Kategori Berita

.

Klarifikasi Soal Dugaan Ulat dalam Hidangan Bubur, SPPG Sori Sakolo Karijawa Diduga Arogan

Minggu, 08 Februari 2026
SPPG Sori Sakolo Karijawa Dompu 


Dompu, Topikbidom.com - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sori Sakolo, Kelurahan Karijawa, Kabupaten Dompu yang dinaungi Yayasan Dhiaul Fikri Sukarara - Lombok Timur NTB, terlihat arogan dalam menerima dan menjawab pertanyaan wartawan mengenai dugaan adanya ulat dalam hidangan bubur, beberapa pekan lalu. 


Padahal, media ini berupaya untuk melakukan klarifikasi, apakah dalam hidangan bubur makan gizi Gratis, itu apakah ulat atau tidak. 


"Bapak siapa. Tidak ada klarifikasi lagi dan tidak ada berita berita lagi. Semuanya sudah jelas dan kami juga sudah klarifikasi dengan penerima manfaat," tegasnya dengan nada kurang bersahabat alias diduga arogan, saat di konfirmasi di lokasi MBG setempat, Senin (9/2/2026). 


Ditanya soal berapa jumlah sekolah yang ditangani SPPG Sori Sakolo Karijawa? 


Kepala SPPG Sori Sakolo Karijawa, ini diduga kembali menunjukan sikap arogannya dengan menjawab, untuk apa data mengenai jumlah sekolah yang dilayani. 


"Untuk apa data jumlah sekolah, sudah sudah dan tidak ada lagi yang dibahas," tegasnya sembari meninggalkan wartawan yang saat itu berada di lokasi setempat dan terkesan mengusir wartawan media ini. 




Meski mendapat perlakuan tidak baik (arogan) dari Kepala SPPG Sori Sakolo Karijawa, media ini tetap berusaha untuk mendapatkan klarifikasi terkait masalah tersebut. 


Hasilnya, didapatkan informasi dalam hidangan bubur tersebut, bukan merupakan ulat, akan tetapi tunas kacang ijo."Itu bukan ulat pak, tapi tunas yang bersumber dalam biji kacang ijo," ujar salah satu ahli gizi di MBG setempat. 







Ahli Gizi ini, pun juga menjelaskan memang itu terlihat seperti ulat, tapi nyatanya itu tunas dalam kacang ijo. "Ini contohnya pak," jelasnya sembari memperlihatkan bukti hidangan kacang ijo yang didalamnya terdapat tunas kacang ijo. 


Pengolahan bahan kacang ijo menjadi bubur, itu sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan aturan dalam pengolahan. Bahkan, telah melalui beberapa proses pengolahan, termasuk dari segi pencucian bahan kacang ijo."Kami bisa pastikan, itu aman untuk dimakan," terangnya. 


Kepala SPPG Sori Sakolo Karijawa diduga Arogan, Pemuda Dompu Minta Presiden RI, termasuk Pemerintah Provinsi dan Daerah, Copot SK Pengangkatan (Penetapan) Kepala SPPG di Dapur Umum Sori Sakolo Karijawa Dompu


 Cabut Ijin SPPG Sori Sakolo Karijawa?


Dugaan sikap arogan yang ditunjukan Kepala SPPG Sori Sakolo Karijawa, menuai sorotan dari Pemuda Kabupaten Dompu. Pemuda yang memiliki nama Iskandar SH, mengaku kecewa dengan sikap yang ditunjukan kepala SPPG tersebut. 


"Kenapa sih harus bersikap arogan, apalagi sekelas Kepala SPPG. Gimana kalau jadi Pejabat," ujarnya. 


Mestinya, tinggal dijawab saja mengenai informasi tersebut. Bukan sebaliknya menunjukan sikap arogan seakan akan tidak menghargai kehadiran dan keberadaan teman teman media. 


"Mestinya bapak kepala yang terhormat itu berterimakasih kepada teman media membantu meluruskan informasi yang salah. Apalagi menyangkut masalah pemenuhan Makanan Gizi Gratis yang merupakan program unggulan dari bapak Presiden RI, Prabowo Subianto," tegasnya. 


Lebih parahnya lagi, ditanya wartawan mengenai jumlah sekolah yang ditangani SPPG setempat, malah dibalas dengan sikap diduga arogan. "Cie cie, luar biasa kesombongan bapak kepala SPPG Sori Sakolo Karijawa tersebut," heranya. 


Berangkat dari hal ini, selaku pemuda di Kabupaten Dompu, dirinya mendesak Presiden RI, khususnya pemerintah pusat, provinsi dan daerah, agar segera mencopot SK Pengangkatan (Penetapan) Kepala SPPG di Dapur Umum Sori Sakolo Karijawa Dompu tersebut. 


"Kami minta cabut Copot SK Pengangkatan (Penetapan) Kepala SPPG di Dapur Umum Sori Sakolo Karijawa Dompu karena sikap Kepala setempat tidak mencerminkan dan menghargai orang lain. Gimana kalau berhadapan dengan siswa penerima manfaat, sama rekan rekan media saja begitu arogan," tandasnya. RUL