Jelang Tambora Jungle Run 2026, Taman Nasional Tambora Ukir Prestasi Nasional -->

Kategori Berita

.

Iklan Halaman Depan

Jelang Tambora Jungle Run 2026, Taman Nasional Tambora Ukir Prestasi Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026


DOMPU, TOPIKBIDOM - Ada momentum yang datang hampir bersamaan di kaki Tambora. Ketika persiapan menuju gelaran Tambora Jungle Run (TJR) 2026 memasuki fase penting, kabar prestasi justru datang dari Jakarta.


Balai Taman Nasional Tambora menorehkan capaian di tingkat nasional setelah meraih penghargaan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia atas pencapaian efektivitas perencanaan terbaik dengan skor tertinggi ketiga pada kategori Taman Nasional atau kelompok UPT/UPTD tahun 2025.


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, Ph.D., kepada Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Aziz Bakry, S.P.I., M.S.I., dalam acara yang berlangsung di Rumah Margasatwa Ragunan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).


Bagi Balai Taman Nasional Tambora, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif. Di balik angka dan penilaian efektivitas perencanaan, terdapat kerja kolektif sebuah tim dalam memastikan setiap agenda pengelolaan kawasan konservasi berjalan dengan perencanaan yang terukur, efektif, dan berorientasi pada hasil.


Capaian itu sekaligus menjadi penanda bahwa Tambora tidak hanya memiliki kekayaan alam yang bernilai luar biasa, tetapi juga terus membangun tata kelola yang mampu mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.




Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Aziz Bakry, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kementerian Kehutanan atas penghargaan yang diberikan.


Ia menilai capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran Balai Taman Nasional Tambora yang selama ini berupaya menjalankan tugas dengan pendekatan yang terencana dan bertanggung jawab.


“Penghargaan ini tentu menjadi kehormatan bagi kami. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim TN Tambora yang terus berupaya bekerja dengan cerdas, terukur, dan memberikan yang terbaik,” ujar Abdul Aziz.


Menurutnya, penghargaan tingkat nasional tersebut tidak semestinya berhenti sebagai simbol keberhasilan. Sebaliknya, capaian itu harus menjadi energi baru untuk memperkuat kinerja dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi kawasan konservasi maupun masyarakat di sekitar Tambora.


Terlebih, penghargaan tersebut hadir pada momentum yang dinilai sangat istimewa. Di satu sisi, jajaran Balai Taman Nasional Tambora tengah bersiap menyambut Tambora Jungle Run 2026, sebuah event yang membawa nama Tambora ke ruang promosi pariwisata alam dan olahraga petualangan. Di sisi lain, penghargaan itu hadir bertepatan dengan semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


“Ini momentum yang istimewa sekali. Tentu menjadi motivasi besar bagi kami, jajaran TN Tambora, untuk terus berbuat yang terbaik dan menyukseskan event TJR,” kata Abdul Aziz penuh semangat.


Tambora memiliki cara tersendiri untuk menarik perhatian. Gunung yang pernah mencatat salah satu letusan terdahsyat dalam sejarah itu kini tidak hanya menjadi bagian penting dari sejarah dunia, tetapi juga berkembang sebagai ruang perjumpaan antara konservasi, petualangan, pariwisata alam, dan pemberdayaan masyarakat.


Dalam konteks tersebut, Tambora Jungle Run memiliki arti lebih luas daripada sekadar kompetisi lari lintas alam. Event tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan bentang alam Tambora sekaligus membangun kesadaran bahwa keindahan kawasan konservasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk menjaganya.


Karena itu, penghargaan nasional yang diterima Balai Taman Nasional Tambora menjelang pelaksanaan TJR 2026 memiliki makna tersendiri.


Prestasi tersebut menjadi semacam penguat pesan bahwa di balik panorama alam Tambora yang memukau, terdapat kerja panjang dalam menjaga kawasan, menyusun perencanaan, membangun kolaborasi, serta memastikan setiap program berjalan dengan arah yang jelas.


Bagi Abdul Aziz dan jajaran Balai Taman Nasional Tambora, momentum ini menjadi dorongan untuk melangkah lebih jauh. Sebab menjaga Tambora bukan hanya tentang mempertahankan sebuah kawasan hutan. Ia adalah tentang merawat warisan alam, membuka ruang bagi generasi mendatang untuk mengenalnya, sekaligus memastikan setiap langkah manusia di dalamnya tetap meninggalkan jejak yang bertanggung jawab.


Dan menjelang TJR 2026, Tambora kembali menunjukkan bahwa pesonanya bukan hanya terletak pada ketinggian dan lanskapnya, tetapi juga pada kerja manusia yang berusaha menjaga kemegahan alam itu tetap hidup. RUL