![]() |
DOMPU, TOPIKBIDOM — Di tengah hamparan Bumi Perkemahan Kecamatan Pekat, pesan tentang masa depan Kabupaten Dompu mengemuka. Bukan sekadar tentang tenda yang berdiri, api unggun atau seragam Pramuka yang dikenakan, tetapi tentang bagaimana generasi muda dipersiapkan untuk suatu hari menerima tongkat estafet kepemimpinan.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, SH, saat membuka secara resmi Kemah Akbar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Pekat di Bumi Perkemahan Pekat, Rabu (12/8/2026).
Bagi Syirajuddin, yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Dompu, kegiatan tersebut memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar agenda perkemahan.
Di balik aktivitas di alam terbuka, tersimpan proses pendidikan yang diyakininya penting untuk membentuk watak, kecerdasan, keterampilan, kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
“Kegiatan Kemah Akbar ini bukan hanya memakai seragam Pramuka, bukan hanya berkemah dan bukan hanya menyalakan api unggun. Lebih dari itu, Pramuka adalah gerakan pendidikan yang memberikan pendidikan watak, kecerdasan, kemampuan dan keterampilan kepada generasi muda,” ujar Syirajuddin.
![]() |
Syirajuddin menegaskan, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan kader bangsa. Sebab, anak-anak dan remaja yang hari ini berdiri di bumi perkemahan, kelak akan menjadi bagian dari generasi yang menentukan arah perjalanan daerah dan bangsa.
Karena itu, Bumi Perkemahan Pekat diharapkan tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang melahirkan generasi dengan karakter kuat, mandiri, bertanggung jawab dan memiliki kemampuan memimpin.
Ia bahkan mengajak para peserta untuk melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang.
“Suatu saat nanti kami yang hari ini berada di hadapan kalian akan sampai pada waktunya untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi berikutnya. Karena itu, persiapkan diri kalian sejak sekarang,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam pembukaan Kemah Akbar. Para peserta tidak diminta sekadar menjadi anggota Pramuka yang aktif mengikuti kegiatan, tetapi dipersiapkan menjadi pribadi yang mampu membawa nilai-nilai kepramukaan ke dalam kehidupan nyata.
Menurut Syirajuddin, kebersamaan, persaudaraan, gotong royong, kepedulian, saling menghargai dan kemampuan bekerja sama merupakan nilai yang tidak boleh berhenti ketika kegiatan perkemahan berakhir.
“Apa yang kita pelajari dalam kegiatan Pramuka jangan hanya berhenti di bumi perkemahan. Nilai kebersamaan, gotong royong, saling membantu dan bekerja sama harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.
Pesan tentang masa depan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata. Usai membuka Kemah Akbar, Wakil Bupati bersama peserta melanjutkan kegiatan dengan aksi penanaman pohon di kawasan Bumi Perkemahan Sori Ni’u.
Sebanyak 100 pohon kemiri, 20 pohon kelapa dan 30 pohon alpukat ditanam dalam kegiatan tersebut.
Aksi ini menjadi bagian dari pendidikan lingkungan bagi generasi muda. Para anggota Pramuka diajak memahami bahwa membangun masa depan tidak hanya berbicara mengenai manusia, tetapi juga tentang bagaimana alam yang menjadi ruang hidup bersama dijaga dan diwariskan dalam kondisi yang lebih baik.
Pohon-pohon yang ditanam hari itu diharapkan tidak berhenti menjadi catatan sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, menjadi simbol bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab terhadap masa depan.
Apa yang ditanam hari ini mungkin belum memberikan manfaat dalam waktu dekat. Namun, ketika kelak pohon-pohon itu tumbuh besar, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat dan lingkungan.
Di situlah pendidikan kepramukaan menemukan maknanya, mengajarkan generasi muda untuk berpikir melampaui kepentingan hari ini.
Di tengah suasana perkemahan, Wakil Bupati menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para siswa dan siswi. Percakapan berlangsung dalam suasana akrab, sekaligus menjadi kesempatan bagi pimpinan daerah untuk melihat lebih dekat aktivitas dan kondisi para peserta.
Kepada mereka, Syirajuddin menyampaikan motivasi agar seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan semangat, disiplin dan penuh tanggung jawab.
Ia juga mengingatkan agar pengalaman selama mengikuti Kemah Akbar tidak berhenti sebagai kenangan setelah tenda dibongkar.
Sebab, menurutnya, pengalaman hidup bersama, belajar mandiri, bekerja dalam kelompok dan menyelesaikan berbagai tantangan selama kegiatan Pramuka merupakan bekal yang akan berguna ketika para peserta memasuki kehidupan yang lebih luas.
“Jangan pernah berpikir bahwa kalian hanya anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan perkemahan. Bisa jadi, dari bumi perkemahan inilah kelak lahir pemimpin-pemimpin masa depan Kabupaten Dompu, bahkan pemimpin bangsa,” ungkapnya.
Kalimat itu sekaligus menjadi penegasan bahwa masa depan tidak lahir secara tiba-tiba. Ia dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan, pengalaman, kedisiplinan, keteladanan dan keberanian untuk belajar.
Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Pekat yang telah menggagas dan melaksanakan Kemah Akbar tersebut.
Ia berharap kegiatan semacam itu dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muda di Kecamatan Pekat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Dompu, saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Kwartir Ranting Kecamatan Pekat yang telah menggerakkan kegiatan Kemah Akbar ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus menjadi kegiatan rutin setiap tahun,” katanya.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, pembentukan karakter generasi muda membutuhkan ruang pendidikan yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas.
Pramuka, dengan pendidikan berbasis pengalaman, kebersamaan dan kedisiplinan, dinilai mampu menjadi salah satu ruang strategis untuk membentuk generasi yang tangguh, terampil dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Kemah Akbar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Pekat akhirnya bukan sekadar tentang berapa banyak tenda yang berdiri atau berapa hari kegiatan berlangsung.
Lebih jauh, kegiatan itu menjadi ruang untuk menanamkan sebuah kesadaran bahwa generasi muda hari ini adalah pemegang masa depan Dompu di kemudian hari.
Dan dari bumi perkemahan itulah, pesan tentang estafet kepemimpinan dititipkan—agar ketika waktunya tiba, generasi berikutnya tidak hanya siap menerima tongkat estafet, tetapi juga siap menjalankannya dengan karakter, kompetensi dan rasa tanggung jawab.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Pekat, unsur Muspika Kecamatan Pekat, jajaran TNI dan Polri, para kepala desa serta para pembina Gerakan Pramuka. RUL
Komentar

