![]() |
Dompu, NTB – Harapan memiliki rumah yang kokoh dan layak huni kini semakin nyata bagi Kamaludin, warga Dusun Bangun Urip, Desa Kampasi Meci, Kabupaten Dompu. Di bawah semangat kebersamaan, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1614/Dompu, anggota Polri, dan masyarakat bergotong royong melaksanakan pengecoran bantalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Sabtu (25/7/2026).
Suara adukan semen yang terus diolah berpadu dengan kerja keras para prajurit, anggota kepolisian, dan warga yang saling bahu-membahu. Tak ada sekat di antara mereka. Semua memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan bermartabat bagi Kamaludin beserta keluarganya.
Pengecoran bantalan menjadi salah satu tahapan paling penting dalam pembangunan rumah. Struktur ini akan menjadi penopang utama bangunan sehingga memiliki pondasi yang kuat, kokoh, dan mampu memberikan rasa aman bagi penghuninya. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan penuh ketelitian, mengutamakan kualitas konstruksi sekaligus semangat gotong royong yang menjadi ciri khas Program TMMD.
Sinergi yang terjalin antara TNI, Polri, dan masyarakat bukan sekadar kerja sama dalam menyelesaikan pembangunan fisik. Lebih dari itu, kebersamaan tersebut menjadi simbol kuat bahwa pembangunan desa akan berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen bangsa bersatu dalam satu tujuan.
Antusiasme warga yang turut mengangkat material, mengaduk semen, hingga membantu proses pengecoran menunjukkan bahwa nilai-nilai gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama masyarakat pedesaan. Kehadiran Satgas TMMD pun tidak hanya membawa pembangunan infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan optimisme, kepedulian, dan rasa persaudaraan yang semakin erat.
Melalui Program TMMD Ke-129, Kodim 1614/Dompu terus membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan rumah layak huni dan berbagai sasaran fisik maupun nonfisik lainnya. Program ini menjadi wujud nyata pengabdian TNI bersama Polri dan masyarakat dalam menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan oleh warga.
Ketika rumah itu berdiri sempurna nanti, yang lahir bukan hanya sebuah bangunan baru. Di atas pondasi yang dicor bersama dengan semangat kebersamaan, akan tumbuh harapan baru bagi Kamaludin dan keluarganya—bahwa kepedulian, persatuan, dan gotong royong mampu menghadirkan masa depan yang lebih baik. RUL
Komentar