Kapolres Dompu Dihujani Batu Saat Temui Massa Blokade Jalan, Sejumlah Polisi Terluka -->

Kategori Berita

.

Kapolres Dompu Dihujani Batu Saat Temui Massa Blokade Jalan, Sejumlah Polisi Terluka

Minggu, 14 Juni 2026


DOMPU, TOPIKBIDOM – Ratusan warga Desa O'o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, kembali melakukan aksi blokade jalan utama lintas Dompu-Bima, Minggu (14/6/2026). Aksi tersebut menyebabkan aktivitas lalu lintas lumpuh total selama beberapa jam dan memicu ketegangan antara massa dengan aparat keamanan.


Warga menutup badan jalan menggunakan batu, kayu, dan berbagai material lainnya sebagai bentuk protes serta desakan kepada Polres Dompu agar segera menangkap seluruh terduga pelaku penganiayaan terhadap seorang warga Desa O'o yang saat ini masih menjalani perawatan medis.


Akibat aksi tersebut, ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Arus transportasi yang menghubungkan Kabupaten Dompu dan Kota Bima pun terhenti total.


Pantauan langsung wartawan TOPIKBIDOM di lokasi, aparat gabungan dari Polres Dompu, Sat Brimob, Kodim 1614/Dompu, serta Koramil 1614-01/Dompu langsung diterjunkan untuk mengamankan situasi dan melakukan pendekatan persuasif kepada massa aksi.


Kehadiran aparat bertujuan menghindari potensi gangguan keamanan yang lebih luas sekaligus mengupayakan pembukaan akses jalan yang tertutup.


Situasi Memanas, Aparat Dilempari Batu


Ketegangan meningkat saat Kapolres Dompu, AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., turun langsung menemui massa aksi guna mendengarkan aspirasi warga.


Namun, upaya dialog tersebut sempat diwarnai aksi pelemparan batu yang diduga dilakukan oleh sejumlah peserta aksi ke arah aparat keamanan yang berada di lokasi.


Akibat insiden itu, beberapa anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu. Situasi sempat memanas hingga aparat terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk mengendalikan keadaan.


Meski demikian, kondisi berhasil dikendalikan setelah Kapolres bersama jajaran terus melakukan pendekatan dialogis kepada masyarakat.


"Kenapa harus menutup jalan seperti ini. Padahal apa pun aspirasinya bisa disampaikan dengan baik-baik. Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, dampaknya sangat besar, bukan hanya terhadap kelancaran lalu lintas, tetapi juga masyarakat pengguna jalan yang terganggu aktivitasnya," ujar AKBP Sodikin Fahrojin Nur di hadapan massa aksi.


Polisi Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan


Menanggapi tuntutan warga terkait kasus penganiayaan, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan terus melakukan proses hukum.


Bahkan, menurutnya, sejumlah terduga pelaku telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.


"Percayakan kepada kami. Kami tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan hukum yang berlaku. Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan datang ke Polres Dompu. Jangan melakukan tindakan yang justru merugikan masyarakat luas," tegasnya.


Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi emosi sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.


"Saya meminta masyarakat bersabar dan segera membuka akses jalan. Mari kita sama-sama menjaga keamanan serta memikirkan kepentingan masyarakat lainnya yang membutuhkan akses jalan ini," tambahnya.


Keluarga Korban Desak Semua Pelaku Ditangkap


Sementara itu, perwakilan keluarga korban penganiayaan menyampaikan bahwa aksi blokade jalan dilakukan secara spontan sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya penanganan kasus yang menimpa anggota keluarga mereka.


Menurutnya, korban hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dialami.


"Kondisi keluarga kami yang menjadi korban masih lemah dan masih dirawat di rumah sakit. Kami meminta seluruh pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya.


Pihak keluarga juga menegaskan akan kembali melakukan aksi serupa apabila seluruh pelaku belum berhasil diamankan oleh aparat penegak hukum.


"Kami akan membuka jalan ini, tetapi kami membutuhkan kepastian bahwa polisi benar-benar serius menangani kasus ini dan segera menangkap semua pelaku," katanya.


Jalan Kembali Dibuka, Arus Lalu Lintas Normal


Setelah melalui proses komunikasi dan mediasi yang berlangsung cukup intens antara aparat keamanan dan perwakilan masyarakat, massa akhirnya bersedia membuka blokade jalan.








Akses transportasi yang sebelumnya lumpuh total pun kembali normal dan kendaraan mulai dapat melintas dengan lancar. Situasi di Desa O'o berangsur kondusif, sementara aparat keamanan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan lanjutan. (RUL)