![]() |
| Aksi unjukrasa di depan Mapolres Dompu. (foto/Rul) |
Dompu, Topikbidom.com - Puluhan warga yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Korban Pembunuhan Sadis (AMPKPS) Kabupaten Dompu, Selasa (28/7/2020) kembali melakukan aksi unjukrasa (demo) di depan Mapolres Dompu.
Demo ini dilakukan, untuk menuntut Polres Dompu agar segera menangkap pelaku lain yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Iskandar (Almahrum) warga Desa Mangge Asi Kecamatan Dompu.
Koordinator Lapangan (Korlap) Fauzi, dalam orasinya menyampaikan beberapa tuntutan yakni mendesak penyidik Polres Dompu untuk menangkap pelaku lainnya.
Mereka menyebut, alasannya karena pada saat kejadian pembunuhan sadis di lahan jagung Desa Manggeasi Kecamatan Dompu yang terjadi, Jumat (12/6/ 2020) diduga orang tua laki laki pelaku diduga ikut terlibat dalam kejadian pembunuhan tersebut.
"Kami minta kepada Kapolres Dompu segera menetapkan terduga pelaku berdasarkan peranan dan ketertibannya," pinta massa aksi.
Menurut massa aksi, kejadian pembunuhan sadis tersebut pelakunya lebih dari satu orang. Bahkan diduga pelaku utamanya saat ini, masih bebas berkeliaran.
Pihaknya juga meminta, agar pihak kepolisian segera melakukan Olah Tempat Jejadian Perkara (TKP). Dimana, rekonstruksinya harus dilakukan di TKP. "Segera tetapkan pelaku kasus pembunuhan sebagi kasus pembunuhan berencana," katanya.
Massa aksi juga, menuding kepolisian tidak serius menangani/ menindak lanjuti berdasarkan laporan pihak keluarga tertera lepas/ IV/ 2018/ NTB/ Res.Dompu/ Sek.Dompu sebagai antisipasi perbuatan melawan hukum berat.
"Kami sebagai keluarga korban menduga pembunuhan itu dilakukan oleh sekelompok keluarga secara berencana karena memang semua anggota keluarga pelaku berada ditempat kejadian perkara," ungkapnya.
Perwakilan massa aksi lainnya, juga menyampaikan bahwa berdasarkan luka yang di alami korban meninggal. Ada indikasi bahwa kejadian pembunuhan itu dilakukan secara berencana dan dilakukan secara berkelompok.
Ia menyebut, kejadian ini di awali dendam lama dengan percobaan pembunuhan terhadap Nasrullah yang merupakan adik kandung dari almahrum iskandar (korban).
"percobaan pembunuhan terhadap Nasrullah juga sudah dilaporkan oleh Nasrulah sejak tahun 2018 dan itu merupakan kelalaian aparat kepolisian yang tidak menangani secara serius atas laporan Nasrulah sehingga menyebabkan jatunya korban jiwa yaitu Iskandar (almahrum)," bebernya.
Sementara itu, perwakilan massa aksi lainnya, Kiswanto, melalui orasinya mengungkapkan, keluarga korban tidak merasa tidak puas atas kinerja Kepolisian Dompu.
Ia menyebut, selama penyidikan dan penyelidikan berlangsung mengingat tidak adanya upaya kepolisian mendalami secara
mendalam, mencari bukti dan saksi, melainkan hanya menerima saksi dan bukti yang diserahkan oleh pihak keluarga.
"Sampai pada hari ini kepolisian Dompu baru menetapkan 1orang tersangka sedangkan semua keluarga pelaku berada di TKP pada saat kejadian," katanya.
Berangkat dari hal ini, pihaknya meminta kepada Kapolres Dompu untuk menghadirkan Kasat Reskrim Polres Dompu agar bertatap muka (audensi) dengan massa aksi guna membahas mengenai penanganan kasus pembunuhan sadis tersebut.
"Kami hari ini ingin mendengarkan langsung penjelasan Kasat Reskrim Polres Dompu mengenai lanjutan penanganan kasus ini," pintanya.
Sampai berita ini diunggah, massa aksi masih terus melakukan orasi secara bergantian di depan Mapolres Dompu.(Rul)




