Wabup Dompu: Sarjana harus berintegritas, kompeten, hadir memberi solusi

Wakil Bupati Dompu 


DOMPU, TOPIKBIDOM -  Wakil Bupati (Wabup) Dompu, Syirajuddin, SH., menegaskan  keberhasilan pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada pencapaian gelar akademik. Sarjana harus menjadi landasan untuk membangun integritas, meningkatkan kompetensi, memperkuat kepedulian sosial, serta melahirkan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Syirajuddin saat menghadiri Wisuda Angkatan XII Tahun Akademik 2025/2026 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yapis Dompu, yang diikuti 241 wisudawan dan wisudawati di Paruga Samakai, Dompu, pada 21 Oktober 2026.

Orang nomor dua di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini, tidak lupa menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan wisudawan dan wiwisudawat menyelesaikan pendidikan tinggi. Kata dia, momentum wisuda merupakan awal dari tanggung jawab baru yang menuntut setiap sarjana mampu menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Dompu, ia mengapresiasi perjuangan para wisudawan, dukungan keluarga, serta dedikasi para dosen yang telah mengantarkan mahasiswa menyelesaikan perjalanan akademik," ucapnya. 

Menurut Wabup, tantangan setelah wisuda tidak hanya berkaitan dengan peluang memperoleh pekerjaan, tetapi juga menyangkut kemampuan lulusan untuk beradaptasi, menjaga nilai-nilai moral, mengembangkan kapasitas diri, dan mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Pendidikan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun masa depan Kabupaten Dompu. Perguruan tinggi bukan semata-mata tempat memperoleh gelar, melainkan ruang pembentukan karakter, pengembangan daya pikir, serta penyiapan generasi yang memiliki kemampuan untuk mendorong perubahan.

Karena itu, ia berharap STKIP Yapis Dompu terus memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan, meningkatkan kompetensi lulusan, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika dunia kerja.

Peningkatan mutu pendidikan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Kemampuan akademik perlu ditopang kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan keberanian mempertahankan kebenaran. Hal ini, menjadi penting di tengah tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Persaingan dunia kerja, perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas.

Bagi Kabupaten Dompu, keberadaan generasi terdidik merupakan modal penting dalam memperkuat daya saing daerah. Potensi tersebut akan memberikan nilai strategis apabila para lulusan mampu mengubah pengetahuan menjadi keterampilan, gagasan menjadi inovasi, dan pendidikan menjadi pengabdian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pada kesempatan ini, Wabup menitipkan pesan utama kepada para wisudawan dan wisudawati sebagai bekal memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan para lulusan agar menjadikan kejujuran sebagai prinsip dalam bekerja, mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawab. Kompetensi yang tinggi, harus berjalan beriringan dengan moralitas yang kuat.

Gelar sarjana bukanlah garis akhir perjalanan intelektual, melainkan titik awal untuk terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan. Para lulusan dituntut terbuka terhadap perubahan, bersedia meningkatkan keterampilan, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Memahami perjalanan setiap lulusan tidak selalu sama. Ada yang segera memperoleh pekerjaan, ada yang harus menempuh proses lebih panjang, dan ada pula yang perlu menciptakan peluangnya sendiri. Karena itu, para sarjana diharapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan. Kesungguhan, kemauan memperbaiki diri, dan keberanian mengembangkan potensi menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan.

"Dimana pun berada dan apa pun profesi yang dijalankan, setiap lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar," paparnya. 

Keberhasilan seorang sarjana tidak semestinya diukur hanya dari jabatan, penghasilan, atau status sosial. Nilai pendidikan juga tercermin dari manfaat yang diberikan kepada orang lain dan kemampuan berkontribusi terhadap kepentingan bersama.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar. Masyarakat juga membutuhkan orang-orang yang jujur, peduli, bertanggung jawab, dan memiliki keberanian untuk berbuat benar,” tegasnya. 

Pembangunan daerah tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Kemajuan Kabupaten Dompu membutuhkan partisipasi seluruh elemen, mulai dari lembaga pendidikan, tenaga pendidik, generasi muda, dunia usaha, hingga masyarakat secara luas. Pemerintah Kabupaten Dompu, terus berupaya mendorong pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pelayanan publik, serta pengembangan sektor-sektor strategis yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam kerangka tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai mitra pengembangan daerah. Institusi pendidikan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami kebutuhan lingkungan, mampu berpikir kritis, dan memiliki keterampilan untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata.

Para sarjana dapat mengambil peran melalui berbagai jalur pengabdian. Lulusan kependidikan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Lulusan yang menekuni bidang profesional dapat memperkuat pelayanan dan produktivitas. Sementara itu, generasi muda yang memilih kewirausahaan dapat menciptakan peluang ekonomi dan membuka ruang kerja bagi masyarakat.

Kontribusi tersebut tidak harus selalu dimulai dari jabatan besar atau posisi strategis. Perubahan dapat tumbuh dari lingkungan keluarga, sekolah, desa, komunitas, dan tempat kerja, melalui tindakan yang konsisten serta berorientasi pada kepentingan bersama.

Oleh sebab itu,  Ia berharap para lulusan STKIP Yapis Dompu mampu menjadi bagian dari kekuatan pembangunan daerah, membanggakan almamater, membahagiakan orang tua, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Sementara itu,Ketua STKIP Yapis Dompu, Arman, SE., yang diwakili istrinya, Nadira, SE., Ak., yang juga anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyampaikan sejumlah perkembangan institusi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Seluruh program studi di STKIP Yapis Dompu telah memperoleh akreditasi B dan tidak ada lagi program studi berstatus akreditasi C. Kampus tersebut juga disebut telah masuk dalam klaster madya tingkat nasional. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas akademik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi daerah. Meski demikian, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan proses berkelanjutan, termasuk pengembangan kapasitas dosen, penyelenggaraan pembelajaran, dan penguatan budaya akademik.

Target pengembangan sumber daya dosen dengan harapan STKIP Yapis Dompu memiliki 21 doktor. Penguatan tenaga pengajar diharapkan dapat meningkatkan kapasitas akademik serta memperluas kesempatan putra-putri daerah dalam memperoleh pendidikan tinggi.

Ia, juga mengingatkan pentingnya pendekatan pendidikan yang memahami karakter setiap peserta didik. Pendidik tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi juga perlu memahami perbedaan latar belakang, kemampuan, karakter, dan tantangan yang dihadapi setiap anak. 

Pendekatan yang humanis, sabar, dan adaptif menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. "Pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter, kepedulian, dan tanggung jawab sosial," ujarnya. 

Wisuda Angkatan XII STKIP Yapis Dompu menjadi momentum bagi 241 lulusan untuk memasuki tahap kehidupan berikutnya dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman akademik. Namun, nilai terpenting dari pencapaian tersebut terletak pada bagaimana ilmu itu diterapkan dan dikembangkan dalam kehidupan nyata.

Harapan terhadap para lulusan sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas, berkarakter, inovatif, dan mampu bekerja sama. Pemerintah, perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya generasi produktif.

"Gelar akademik harus disertai kesediaan untuk terus belajar, bekerja dengan jujur, menghargai proses, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Dengan semangat Nggahi Rawi Pahu, para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi saksi perkembangan Kabupaten Dompu, tetapi turut mengambil bagian dalam menggerakkan kemajuan melalui kompetensi, integritas, dan pengabdian," tandasnya. RUL


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak