Transformasi Perpustakaan Dompu, Dari Ruang Baca Menjadi Rumah Pengetahuan bagi Generasi Muda


DOMPU, TOPIKBIDOM — Perpustakaan tidak lagi cukup hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi digital, perpustakaan dituntut hadir sebagai ruang belajar yang terbuka, ramah, inspiratif, sekaligus mampu memperkenalkan generasi muda pada pengetahuan dan identitas daerahnya sendiri.


Arah perubahan itulah yang tengah didorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu melalui pembenahan layanan serta penguatan koleksi bahan bacaan.


Di bawah kepemimpinan Kepala DPKD Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, penguatan literasi pelajar ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda.


Sasarannya mencakup pelajar mulai dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas.


Abduh mengatakan, perpustakaan harus mampu bertransformasi menjadi ruang yang dekat dengan kebutuhan generasi muda.


“Kami ingin anak-anak Dompu mengenal dunia melalui buku, sekaligus memahami sejarah dan jati diri daerahnya sendiri,” kata Abduh.


Buku memiliki kemampuan membawa pembaca melampaui batas ruang dan waktu. Melalui buku, seorang pelajar dapat mengenal ilmu pengetahuan, kebudayaan, teknologi dan berbagai perkembangan dunia.


Namun, di sisi lain, generasi muda juga perlu memiliki pengetahuan mengenai daerah tempat mereka tumbuh.


Karena itu, pengembangan koleksi perpustakaan tidak hanya diarahkan pada bahan bacaan umum, tetapi juga diharapkan mampu memperkenalkan sejarah, budaya dan karya-karya putra daerah Dompu.


Konsep tersebut menjadikan perpustakaan memiliki dua fungsi sekaligus: membuka wawasan generasi muda terhadap dunia dan menjaga hubungan mereka dengan akar budaya daerah.


Salah satu tantangan dalam membangun budaya literasi adalah mengubah persepsi bahwa perpustakaan merupakan ruang yang kaku dan hanya digunakan untuk membaca buku.


DPKD Dompu berupaya mendorong perubahan tersebut melalui pembenahan layanan dan penambahan koleksi yang semakin beragam.


“Kami menargetkan peningkatan kunjungan pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Perpustakaan harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan mudah diakses,” ujar Abduh.


Pernyataan tersebut memperlihatkan arah pengembangan layanan yang menempatkan pengalaman pemustaka, khususnya pelajar, sebagai salah satu perhatian penting.


Semakin mudah masyarakat mengakses perpustakaan dan semakin relevan koleksi yang tersedia, semakin terbuka pula peluang perpustakaan menjadi bagian dari aktivitas belajar sehari-hari.



Penguatan literasi pelajar memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan minat membaca.


Kebiasaan membaca dapat menjadi pintu masuk bagi kemampuan memahami informasi, menyusun gagasan, berpikir kritis dan memperluas wawasan.


Karena itu, pembenahan perpustakaan menjadi bagian dari investasi jangka panjang terhadap sumber daya manusia.


DPKD Dompu mendorong agar akses terhadap layanan perpustakaan dapat terbuka seluas-luasnya bagi masyarakat, dengan pelajar menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian utama.


Berbagai inovasi dan kemudahan layanan diharapkan mampu membuat perpustakaan semakin dekat dengan kehidupan mereka.


Transformasi perpustakaan pada akhirnya bukan semata-mata tentang menambah jumlah koleksi buku atau memperbaiki ruang layanan.


Yang lebih penting adalah bagaimana perpustakaan mampu menciptakan ekosistem belajar yang membuat masyarakat, khususnya generasi muda, merasa memiliki ruang untuk mencari pengetahuan dan mengembangkan diri.


Di Dompu, upaya tersebut berjalan bersamaan dengan agenda memperkenalkan karya dan sejarah daerah kepada generasi muda.


Dengan demikian, literasi tidak hanya diarahkan untuk membuat pelajar mengetahui dunia, tetapi juga memahami siapa dirinya dan dari mana mereka berasal.


Melalui pembenahan layanan, penguatan koleksi dan perluasan akses bagi pelajar, DPKD Kabupaten Dompu berharap budaya membaca terus tumbuh dan berkembang.


Tujuan akhirnya adalah menghadirkan generasi Dompu yang cerdas, kritis, berwawasan luas, sekaligus memiliki kesadaran terhadap sejarah dan identitas daerahnya. (ADV)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak