Soal Dugaan Korupsi, FREEDOM Demo Disnakeswan Dompu

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu menemui massa aksi FREEDOM dan mengambil megaphone untuk memberikan penjelasan. Di lokasi terlihat asap dari pembakaran ban bekas sebagai bagian dari aksi penyampaian aspirasi, Rabu (30/9/2026).

DOMPU, TOPIKBIDOM – Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Federasi Rakyat Demokratik (FREEDOM) Kabupaten Dompu, Rabu (30/9/2026), melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu.

Aksi yang disertai pembakaran ban bekas di pintu masuk kantor Disnakeswan tersebut menyuarakan sejumlah persoalan terkait pengadaan dan penyaluran bantuan peternakan, khususnya program bantuan bibit sapi betina, bibit kambing serta pakan konsentrat pada Tahun Anggaran 2025–2026.

Dalam pemberitahuan aksi yang disampaikan FREEDOM kepada Kapolres Dompu, massa aksi menyatakan akan mendesak pihak Disnakeswan membuka dokumen serta informasi terkait program bantuan tersebut secara transparan.

Salah satu tuntutan utama FREEDOM adalah meminta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu membuka secara transparan seluruh dokumen pengadaan bibit sapi betina dan bibit kambing Tahun Anggaran 2025–2026.

Mereka menilai keterbukaan dokumen diperlukan agar publik dapat mengetahui secara jelas bagaimana proses pengadaan bantuan tersebut dilaksanakan, mulai dari perencanaan, pengadaan hingga realisasi dan penyalurannya kepada kelompok penerima manfaat.

Tidak hanya dokumen pengadaan, FREEDOM juga meminta Disnakeswan membuka nama-nama kelompok ternak yang menjadi penerima bantuan, termasuk penerima bantuan bibit sapi betina, bibit kambing dan pakan konsentrat sapi untuk Tahun Anggaran 2025–2026.

"Kami menduga adanya praktik pungutan berupa fee dalam proses pengalokasian bantuan dan keterlibatan kelompok yang disebut sebagai tim sukses," ungkap Koordinator Utama (Kordum) FREEDOM Dompu, Akbar Taruna, melalui orasinya di depan kantor Disnakeswan Dompu. 

Atas dugaan itu, massa meminta adanya keterbukaan dan penjelasan dari pihak Disnakeswan Dompu agar persoalan tersebut dapat diketahui secara terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

FREEDOM menilai informasi mengenai penerima bantuan pemerintah merupakan bagian penting untuk memastikan program benar-benar diterima oleh kelompok yang menjadi sasaran. Karena itu, mereka mendesak Disnakeswan Dompu tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan, tetapi juga membuka dokumen yang berkaitan dengan program tersebut sehingga masyarakat dapat melakukan pengawasan.

"Terutama mengenai siapa penerima bantuan, berapa jumlah bantuan yang dialokasikan, bagaimana mekanisme penetapan penerima, serta bagaimana proses pengadaan dan distribusinya," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Disnakeswan, Ilham SP, terlihat keluar dari kantornya untuk menemui massa. Bersangkutan  tanpak mengambil megaphone untuk menyampaikan penjelasan di hadapan peserta aksi yang berkumpul di depan pintu masuk kantor. 

"Apa yang ditanyakan, itu semuanya berjalan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada. Mari kita masuk di ruangan kantor dan akan saya tunjukan bukti buktinya," terangnya. 

Situasi sempat menjadi perhatian ketika massa aksi membakar ban bekas di sekitar pintu masuk kantor. Asap terlihat mengepul di halaman kantor, sementara sejumlah personel kepolisian berada di lokasi untuk mengamankan jalannya penyampaian aspirasi. Pertemuan langsung antara pihak Disnakeswan dan massa aksi menjadi momentum bagi kedua pihak untuk menyampaikan pandangan masing-masing terkait tuntutan yang dibawa FREEDOM. RUL




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak